Bikin Penemuan untuk Obati Kanker, Ilmuwan Ini Diganjar Hadiah Nobel

Hadiah Nobel - Istimewa
08 Oktober 2019 15:57 WIB Ropesta Sitorus Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Hal tak terduga dialami dua orang ilmuwan Amerika dan seorang ilmuwan Inggris. Mereka dianugerahi Hadiah Nobel untuk Fisiologi dan Kedokteran karena menemukan perubahan molekuler yang mengatur bagaimana sel beradaptasi dengan kadar oksigen yang berfluktuasi.

Penemuan tersebut membuka pendekatan baru untuk mengobati gagal jantung, anemia, dan kanker.

Majelis Nobel di Swedia Karolinska Institute menyatakan Hadiah Nobel untuk Fisiologi dan Kedokteran 2019 diberikan bersama-sama kepada William G. Kaelin Jr., Sir Peter J. Ratcliffe dan Gregg L. Semenza atas penelitian mereka tentang “bagaimana sel-sel merasakan dan beradaptasi dengan ketersediaan oksigen”.

William Kaelin dari Lembaga Kanker Dana-Farber AS dan Sekolah Kedokteran Harvard menyatakan dia  cukup kewalahan ketika mendapat panggilan telepon pada Senin (7/10/2019) subuh.

“Saya biasanya tidak menerima panggilan telepon pada jam 5 pagi, tapi saya tahu ini hari Senin-Nobel, jadi pilihannya ada dua, apakah itu panggilan telepon yang waktunya tidak tepat atau kabar yang sangat baik. Jantungku mulai berdetak kencang, rasanya seperti tidak nyata,” katanya seperti dikutip  dari Reuters, Selasa (8/10/2019).

Ratcliffe, yang juga Direktur Penelitian klinis di Francis Crick Institute di London, menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia merasa terhormat dan senang dengan berita tersebut.

Hasil temuan para ilmuwan menetapkan dasar untuk memahami bagaimana tingkat oksigen dirasakan oleh sel. Penemuan ini sedang dieksplorasi oleh para peneliti medis yang berusaha mengembangkan perawatan untuk berbagai penyakit yang bekerja dengan mengaktifkan atau memblokir mesin penginderaan oksigen tubuh.

Pekerjaan mereka berpusat pada respons hipoksia – cara tubuh bereaksi terhadap fluks oksigen.

“Serta mengungkapkan mekanisme elegan yang digunakan sel-sel kita untuk merasakan kadar oksigen dan meresponsnya,” kata Andrew Murray, pakar di Universitas Cambridge Inggris yang memberi selamat kepada ketiganya.

Venki Ramakrishnan, Presiden Akademi Sains Royal Society Inggris, menyatakan oksigen adalah unsur penting alias bahan vital dalam kelangsungan hidup setiap sel dalam tubuh manusia.

“Terlalu sedikit atau terlalu banyak bisa menyebabkan bencana. Memahami bagaimana evolusi telah melengkapi sel untuk mendeteksi dan merespons naiknya kadar oksigen akan membantu menjawab pertanyaan mendasar. Hasil penelitian ini juga menunjukkan kepada kita bagaimana proses ini terus membentuk kesehatan dan kesejahteraan kita,” kata dia.

Hadih Nobel untuk bidang obat-obatan dan kesehatan adalah yang pertama yang diberikan setiap tahun. Adapun pemberian penghargaan dalam bidang sains, perdamaian dan sastra ini telah berlangsung sejak 1901 yang digagas oleh penemu dinamit dan pengusaha Alfred Nobel.

Sejumlah ilmuwan hebat pernah dinobatkan sebagai penerima hadiah Nobel bidang pengobatan seperti penemu penisilin Alexander Fleming, penemu golongan darah Karl Landsteiner yang memungkinkan diperkenalkannya transfusi daerah yang aman.

Tahun lalu, ilmuwan Amerika James Allison dan ilmuwan Jepang Tasuku Honjo menerima hadiah untuk penemuan mereka tentang bagaimana memanfaatkan sistem kekebalan tubuh dalam terapi kanker.

Sumber : Bisnis.com