Ini Penjelasan Ahli Gizi tentang Dampak Minyak Curah untuk Kesehatan

/Antara
09 Oktober 2019 06:57 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Polemik tentang pelarangan minyak goreng curah menjadi pembahasan beberapa hari terakhir. Pemerintah belum lama ini mengimbau masyarakat tak menggunakan minyak curah demi alasan kesehatan. Tetapi benarkah minyak yang biasanya dijual lebih murah dari minyak bermerek ini tak bergizi?

"Minyak yang dijual dengan merek, produsen sudah menambah dengan fortifikasi misalnya ada tambahan gizi. Minyak curah itu tidak ada tambahan, hanya kelapa sawit," ujar Medical Department Kalbe Farma, dr Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi di Bogor, Selasa (8/10/2019).

Berbeda halnya jika minyak curah telah dipakai berkali-kali dan disaring hingga warnanya kembali bening. Pada minyak ini kandungan lemaknya menjadi tidak stabil karena telah melalui pemanasan berkali-kali.

"Struktur dari lemak semakin sering dipanaskan, rantainya tidak stabil atau dikenal sebagai minyak trans. Semakin dipanaskan lemak jadi tidak stabil. Kandungan lemak trans tinggi," papar Dedy.

Lemak trans bisa meningkatkan kolesterol jahat atau LDL yang memicu penyakit jantung, salah satu penyebab utama kematian pada pria dan wanita, serta terkait dengan risiko tinggi terhadap diabetes tipe 2.

Lebih lanjut, minyak kelapa sawit memang disarankan untuk proses memasak dengan digoreng karena tidak ada ikatan rangkap.

"Justru minyak yang ada ikatan rangkap tidak boleh untuk menggoreng. Semakin banyak ikatan rangkapnya pada saat dipanaskan akan mudah menjadi lemak trans," kata Dedy.

https://www.youtube.com/watch?v=6jKWVeUrv7Y

Sumber : Antara