Dokter Paru: Rokok Vape Lebih Berbahaya dari Rokok Tembakau

NCIG International memutuskan untuk berinvestasi di Indonesia melihat potensi pasar rokok elektrik yang besar. - FOTO REUTERS
12 Oktober 2019 10:37 WIB Novita Sari Simamora Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Rokok elektrik atau vape kini semakin familiar digunakan oleh masyarakat. Namun, ternyata mengonsumsi cairan esense melalui rokok elektrik ternyata lebih berbahaya dibandingkan dengan mengonsumsi rokok biasa atau tembakau batangan.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Santoso mengungkapkan, rokok tembakau batang dan elektrik memiliki kesamaan yakni mengandung nikotin, zat karsinogen yang menyebabkan kanker dan partikel halus yang bersifat iritatif, toksik dan merangsang peradangan.

Di Amerika Serikat, telah ada kasus sebanyak 1.000 dirawat dan sekurangnya telah ada 13 orang meninggal dunia akibat mengonsumsi esense dari rokok elektrik. Agus mengungkapkan, rokok konvensional dan elektrik memiliki persamaan yakni sama-sama berbahaya bagi kesehatan.

"Rokok elektrik sama bahayanya dengan rokok tembakau untuk jangka panjang. Namun, risiko jangka pendek, terbukti vape lebih berbahaya dari rokok biasa," ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (11/10/2019).

Agus menuturkan rokok elektrik memiliki risiko berbahaya bagi kesehatan. Risiko yang dihadapi oleh konsumen rokok elektrik bahkan lebih fatal dibandingkan rokok tembakau.

Secara medis, rokok elektrik menyebabkan gangguan pernapasan akut, karena adanya komponen bahan yang bersifat iritatif dan toksik. Gangguan ini akan menyebabkan kerusakan paru yang disebut pneumonitis hingga penurunan fungsi paru.

Risiko yang muncul bila mengonsumsi rokok elektrik yakni menyebabkan ketagihan karena adanya nikotin, memicu penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, asma, penyakit paru obstruktif kronik dan kanker.

Saat ini, rokok elektrik sebagai pintu masuk merokok konvensional bagi remaja dan penyalahguna narkotika. Slogan yang ditawarkan kepada konsumen rokok elektrik adalah gaya hidup sehat.

Agus membantah bahwa rokok elektrik menjadi gaya hidup baik bagi perokok. Rokok elektrik tidak bisa dikatakan aman, karena mengandung bahan karsinogen (bahan penyebab kanker) dan tidak ada batas aman untuk karsinogen.

Sumber : Bisnis.com