Akrab dengan Gawai, Rabun Jauh Mengintai Anak-Anak

Ilustrasi. - Harian Jogja/Desi Suryanto
01 November 2019 02:37 WIB Rahmat Jiwandono Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Anak-anak yang terlalu lama memegang gawai dapat menambah jumlah penderita miopia atau rabun jauh. Efek memegang gawai terlalu lama dapat membuat mata seseorang yang tidak punya gen minus bisa membuatnya minus.

Dokter Spesialis Mata RSUP Dr. Sardjito, Firman Setya Wardhana, mengatakan kecenderungan melihat dekat dan faktor lingkungan yang mendukung bisa mempercepat miopia. Berbeda dengan anak yang awalnya memiliki faktor turunan miopia namun dia sering beraktivitas di luar ruangan.

"Anak yang beraktivitas di luar ruangan cenderung memiliki miopia lebih sedikit," katanya, Kamis (31/10/2019).

Menurutnya, saat ini banyak sekali hiburan anak-anak yang menyebabkan anak cenderung melihat secara dekat. Ia mencontohkan seorang anak dengan turunan miopia dan dia berada di lingkungan yang mendukung percepatan miopia, melihat dekat yang berlebihan, akan meningkatkan kecepatan menderita rabun jauh.

Dijelaskan Firman, secara umum genetik atau turunan itu tetap menjadi penyebab utama miopia, tetapi dengan ada tambahan faktor lingkungan bisa mempengaruhi progresivitas miopia. Sudah ada penelitian tentang bagiamana miopia di daerah desa dan kota, ternyata lebih banyak di kota, terkait juga lingkungan.

Oleh karena itu, orang tua diimbau jangan membiarkan anak bermain gawai terlalu sering, karena melihat dekat akan membiasakan anak untuk melihat dekat. Hal tersebut akan mempercepat miopia.

"Boleh tapi perlu dibatasi jangan sampai ketagihan main gadget dia banyak melihat dekat. Secara umum ada rumus 20:20:20 artinya 20 menit liat dekat, beri jeda 20 menit lihat jauh dengan jarak 20 kaki," jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Diskes) DIY, Berty Murtiningsih, mengatakan upaya pencegahan terkait dengan miopia yakni perilaku sehat untuk menjaga ketajaman penglihatan seperti hindari membaca di tempat gelap, membaca sambil tiduran, bermain gawai terlalu lama, membaca di kendaraan yg berjalan, dan melihat TV terlalu dekat.

"Selain itu cek kesehatan mata rutin, dan apabila ada keluhan penglihatan segera periksa dokter," ujarnya.