Tips Mengantisipasi Virus Flu Menyebar ke Anggota Keluarga

Ilustrasi - JIBI/Harian Jogja
12 November 2019 14:57 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Virus dan bakteri bisa berasal dari berbagai sumber, salah satunya di rumah. Virus dan bakteri bisa ada di sistem ventilasi, tanaman, lingkungan luar, dan tubuh kita sebagai penghuni rumah.

Nah, menjelang musim hujan seperti ini, virus flu atau influenza umumnya mulai menyebar secara masif. Salah satu pencegahannya adalah dengan memastikan rumah dan lingkungan sekitar Anda bebas dari virus ini.

Caranya tak sulit. Dilansir dari Today's Parent, dengan beberapa langkah mudah berikut, Anda dapat mengurangi kemungkinan infeksi menyebar ke semua orang yang tinggal, atau memasuki rumah Anda.

1. Berhenti menyentuh wajah

Langkah pertama dalam proses ini adalah menentukan bagaimana bakteri dan virus menyebar. Untuk influenza, ada dua jalur penyebaran yang terkenal. Yang pertama adalah transmisi langsung dari satu orang ke orang lain melalui percikan cairan tubuh atau mungkin melalui udara.

Yang lainnya adalah penularan tidak langsung ketika orang secara tidak sengaja menginfeksi diri mereka sendiri setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi. Salah satunya, kebiasaan menyentuh wajah yang dapat meningkatkan peluang terkontaminasi virus.

2. Desinfeksi menggunakan bahan kimia atau uap untuk membunuh virus flu

Tahap selanjutnya adalah melibatkan metode untuk mencegah dan/atau mengendalikan penyebaran infeksi.

Pilihan termudah adalah menghilangkan penyebaran dengan menjauhkan orang yang terinfeksi dari orang-orang yang sehat. Tetapi, tidak seperti di rumah sakit, isolasi agak sulit dilakukan di rumah.

Satu-satunya pilihan adalah dengan membunuh virus, yang dikenal sebagai desinfeksi.

Desinfeksi berbeda dari pembersihan umum, karena dirancang untuk membunuh spesies virus atau bakteri jenis tertentu. Anda dapat menggunakan desinfektan jenis tertentu. Atau, cara yang lebih sederhana, membunuh virus influenza dapat dilakukan dengan mengelap permukaan dengan deterjen sederhana, pemutih encer, atau hidrogen peroksida.

Jika Anda tidak ingin menggunakan bahan kimia, virus flu juga bisa mati dengan uap.

3. Desinfeksi remote TV (dan permukaan lain yang sering disentuh)

Setelah memilih desinfektan, langkah terakhir adalah mengidentifikasi permukaan yang akan dibersihkan. Yang harus mendapat perhatian khusus adalah permukaan yang paling sering disentuh secara teratur oleh banyak orang.

Di rumah sakit, salah satu permukaan yang perlu mendapat perhatian adalah rel tempat tidur, meja, dan kursi roda. Sedangkan di rumah, permukaan yang sering disentuh termasuk lemari es dan pegangan microwave, keran, sakelar lampu, kenop pintu, toilet, dan remote.

Semua ini adalah sumber utama untuk kontaminasi virus dan perlu didesinfeksi secara teratur. Dan untuk mengetahui seberapa sering desinfeksi harus dilakukan, Anda perlu memahami kemampuan bakteri dan virus untuk tetap hidup di lingkungan. Virus influenza dapat bertahan hidup dan menular di permukaan hingga 24 jam.

Ini artinya, Anda harus mendesinfeksi sesering mungkin ketika seseorang menunjukkan gejala flu, dan untuk amannya, terus lakukan desinfeksi selama beberapa hari setelah penyakit flu mereda.

4. Cuci tangan Anda secara teratur

Praktik desinfeksi permukaan harus dilengkapi dengan kebersihan tangan yang konstan. Setelah kontak dengan permukaan yang dicurigai mengandung virus flu, Anda juga harus rutin mencuci tangan. Cuci tangan dengan air dan sabun, serta pastikan untuk menyabuni setidaknya 20 detik dan keringkan tangan dengan baik. Anda juga dapat menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol, yang mengandung setidaknya 62 hingga 70 persen etanol, dalam kondisi tangan tetap basah setidaknya selama 15 detik.

Ketika dilakukan dengan benar, kombinasi dari mencuci tangan dan desinfeksi akan membantu mencegah penyebaran virus flu yang tidak perlu, dan memungkinkan Anda dan siapa pun yang sedang untuk lebih cepat sembuh.

Proses ini juga dapat membantu menghentikan penyebaran patogen lain, seperti pilek, infeksi kulit, dan norovirus.

Sumber : Today\'s Parent/Suara.com