Pemegang BPJS Kesehatan Jangan Dipandang Sebagai Orang Miskin

BPJS Ketenagakerjaan Sleman membuka konter di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sleman, DIY, Rabu (15/5)./ Ist - BPJS Ketenagakerjaan Sleman
13 November 2019 07:37 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, BANJARMASIN-- Saat ini semakin banyak masyarakat menggunakan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan saat berobat.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan selama ini masyarakat yang berobat menggunakan kartu BPJS Kesehatan seperti dipandang sebelah mata oleh pengelola fasilitas kesehatan baik rumah sakit dan lainnya dan diminta agar kesan diskriminatif itu sudah saatnya dihilangkan.

"Pemegang BPJS Kesehatan jangan dipandang orang miskin atau tidak punya duit, sehingga dilayani ala kadarnya," kata Ketua YLKI Kalimantan Selatan DR H Fauzan Ramon MH di Banjarmasin, Selasa (12/11/2019).

Dia mengakui, selama ini banyak pengaduan masyarakat ke YLKI yang mengeluhkan soal pelayanan yang kurang baik terhadap pasien pemegang BPJS Kesehatan.

"Masyarakat mengeluh, kadang ada oknum perawat jutek, tidak ada senyum-senyumnya setelah mengetahui pasien BPJS. Pelayanan seadanya seperti tidak ikhlas. Bahkan, ruang rawat inap sering dibilang penuh dan sebagainya. Ini fakta di lapangan yang dirasakan banyak warga," kata pria yang berprofesi sebagai pengacara itu.

Padahal, pemegang kartu BPJS Kesehatan sudah membayarkan iuran perbulan yang tak sedikit. Itu artinya, warga berobat tidak gratis, sehingga wajib dilayani sebaik-baiknya sesuai standar pelayanan kesehatan.

Begitu juga pemegang BPJS Kesehatan yang dari pemerintah bagi warga kurang mampu, semua biaya sudah ditanggung oleh negara.

Sumber : Antara