Anggapan Makan Larut Malam Bikin Gendut, Disebut Menyesatkan

Ilustrasi obesitas. - Daily Express
27 November 2019 05:37 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Selama ini, kebiasaan makan malam kerap dihindari karena diyakini bikin gemuk.

Anda tentu pernah merasa kelaparan saat menjelang tidur, namun Anda juga takut berat badan mendadak naik karena makan di malam hari.

Bahkan beberapa orang percaya makan malam seharusnya dilakukan sebelum pukul 8 malam. Tapi nyatanya informasi ini justru disebut menyesatkan.

Melansir Medical News Today, apa yang Anda makan jauh lebih penting dari kapan Anda makan.

Gagasan makan di malam hari dapat membuat berat badan bertambah berasal dari penelitian pada hewan. Penelitian tersebut menunjukkan tubuh dapat menggunakan kalori yang dikonsumsi secara berbeda ketika melewati waktu tertentu dalam sehari.

Beberapa peneliti berhipotesis makan di malam hari bertentangan dengan ritme sirkardian tubuh. Jadi, berdasarkan ritme ini, saat malam hari tubuh seharusnya tidur, bukan makan.

Tetapi faktanya pada manusia menunjukkan masalahnya bukan pada waktu, tetapi seberapa banyak makanan yang dikonsumsi.

Selama total asupan kalori Anda masih dalam batas kebutuhan sehari-hari Anda, kenaikan berat badan tampaknya tidak terjadi hanya karena makan di malam hari.

Hal ini juga disampaikan oleh Ketua Pusat Penelitian Nutrisi Obesitas di Pennington Biomedical Research Center di Lousiana, Eric Ravussin, PhD.

"Jika kamu aktif atau makan, itu (berat badan naik) tidak akan terjadi," tuturnya pada Men's Health.

Menurutnya, itu terjadi karena tubuh akan membakar lemak yang tersimpan setelah menghabiskan karbohidrat dari makanan terakhir dan glikogen yang disimpan.

"Asupan kalori adalah satu-satunya hal yang penting," tambah Satchin Panda, profesor di Salk Institute dan penulis 'The Circadian Code'.

Sumber : Suara.com