Gara-Gara Alkohol, Harapan Hidup Orang AS Lebih Pendek

Alkohol - boldsky.com
01 Desember 2019 10:57 WIB Dionisio Damara Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Harapan hidup penduduk Amerika Serikat lebih pendek dibandingkan beberapa tahun lalu. Menurut peneliti halitu disebabkan meningkatnya kematian akibat penyakit hati yang disebabkan oleh alkohol.

Data analisis dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menemukan bahwa kematian di AS akibat penyakit hati terkait dengan alkohol (ALD) berada pada tingkat tertinggi sejak 1999 dan meningkat setiap tahun sejak 2006 di hampir setiap kelompok ras, etnis, dan usia.

"Saya bertaruh banyak orang akan terkejut dengan statistik bahwa harapan hidup benar-benar turun di Amerika Serikat," kata ketua penulis penelitian Dr. Andrew Moon dari University of North Carolina di Chapel Hill dikutip dari Reuters, Sabtu (30/11/2019).

Dia mengatakan bahwa meningkatnya penggunaan alkohol sejalan dengan peningkatan risiko penyakit hati yang disebabkan oleh alkohol. "Ada data yang menunjukkan bahwa penggunaan alkohol, khususnya minuman yang berisiko tinggi, telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.

Penyakit hati yang berhubungan dengan alkohol mengambil beberapa bentuk dan dapat dikaitkan dengan peningkatan penggunaan alkohol dari waktu ke waktu atau pesta minuman keras.

Para peneliti yang menganalisis penyebab kematian orang berusia 25 tahun dan lebih tua dalam dua dekade sejak 1997, menemukan bahwa pada 2017 memiliki tingkat kematian tertinggi dari ALD, yaitu 13,1 per 100.000 kematian pada pria dan 5,6 per 100.000 pada wanita.

Hal itu meningkat dibandingkan dengan angka kematian ALD 1999 sebesar 10,6 per 100.000 pada pria dan 3,3 per 100.000 pada wanita.

Dalam American Journal of Gastroenterology, para peneliti melaporkan bahwa pningkatan kematian dalam diagnosis ALD secara khusus menimpa di antara orang dewasa paruh baya, penduduk asli Amerika dan kulit putih non-hispanik.

Sebagai contoh, dibandingkan dengan kulit putih non-hispanik, penduduk asli Amerika memiliki dua kali lipat kematian ALD pada tahun 2017.

"Hal itu mengindikasikan krisis kesehatan masyarakat di komunitas dan mempelajari penyakit tersebut harus menjadi prioritas utama penduduk asli Amerika," tulis mereka.

Sementara itu, para penulis menyampaikan bahwa pria kulit hitam non-hispanik adalah satu-satunya kelompok yang tidak mengalami peningkatan angka kematian akibat ALD.

Pesta minuman keras, di sisi lain, telah dikaitkan dengan hepatitis alkoholik atau peradangan hati yang parah, sehingga menyebabkan kegagalan organ dan kematian.

Sementara minum selama bertahun-tahun juga dapat menyebabkan jaringan parut hati atau sirosis yang menghambat organ dari fungsi rutinnya.

Untuk semua kondisi ini, kata Moon, pengobatan yang paling penting adalah berpantang alkohol. Menurutnya, dengan berhenti mengonsumsi alkohol, setiap orang akan mengurangi risiko flare hepatitis alkoholik di masa depan dan meningkatkan fungsi hati pada pasien dengan sirosis terkait alkohol

"Saya pikir, berdasarkan data ini, masyarakat perlu menyadari bahwa ini (ALD) adalah masalah yang benar, yang akan datang," kata Dr. Suthat Liangpunsakul dari Fakultas Kedokteran Universitas Indiana di Indianapolis, yang tidak tidak terlibat dalam penelitian ini.

Sumber : bisnis.com