Siapa yang Lebih Punya Pandangan Positif tentang Mantan Pacar? Pria atau Wanita?

Ilustrasi - Youqueen
18 Desember 2019 13:47 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ada orang yang menilai mantan pasangan mereka lebih negatif setelah hubungan berakhir.

Ini masuk akal karena dua alasan. Pertama, hubungan itu mungkin berakhir karena alasan yang kurang baik dan menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu, menyebabkan perasaan memudar untuk mantan.

Kedua, ketika Anda berada dalam suatu hubungan, Anda biasanya berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa pasangan Anda pantas bersama Anda, tetapi setelah hubungan itu berakhir, Anda harus meyakinkan diri sendiri bahwa Anda membuat keputusan yang tepat dengan putus.

Tetapi apakah ada perbedaan gender dalam hal bagaimana orang secara positif melihat mantan? Sebuah studi baru oleh Ursula Athenstaedt dan rekannya, yang baru saja diterbitkan dalam Ilmu Psikologi Sosial dan Kepribadian, mengeksplorasi pertanyaan ini.

Dalam satu studi, para peneliti menyelidiki intuisi orang awam tentang perbedaan gender ini. Mereka mensurvei 487 peserta dan menemukan bahwa lebih dari setengah (62 %) berpikir tidak ada perbedaan gender dalam menilai pasangannya.

Adapun minoritas yang percaya ada perbedaan gender, sekitar sepertiga wanita berpikir akan memiliki sikap yang lebih positif terhadap mantan mereka dan dua pertiga berpikir bahwa pria lebih positif.

Dalam tiga studi terpisah, mereka menyurvei total lebih dari 800 peserta, menanyakan mereka tentang sikap mereka terhadap mantan mereka.

Para peserta menilai serangkaian pernyataan tentang mantan mereka: "Mantan pasangan saya memiliki banyak sifat positif." "Aku menghindari menyentuh mantan rekanku." "Ketika aku memikirkan tentang mantan rekanku, aku menjadi marah."

Para peneliti menggunakan peringkat ini untuk mencapai skor rata-rata yang mewakili perasaan positif orang-orang terhadap mantan rekan mereka. Ketiga studi menunjukkan bahwa, rata-rata, pria memiliki lebih banyak pandangan positif tentang mantan mereka daripada wanita.

Mengapa laki-laki akan memandang mantan mereka lebih positif daripada perempuan? Para penulis mengemukakan empat alasan sebagai berikut :

1. Keinginan untuk hubungan kasual vs jangka panjang

Dari perspektif psikologi evolusi, pria telah berevolusi untuk lebih memilih memiliki banyak pasangan seksual, sedangkan wanita telah berevolusi untuk memiliki minat yang lebih besar dalam hubungan jangka panjang. Dengan demikian, pria memiliki minat yang lebih besar dalam menjaga hubungan positif dengan mantan mereka karena mereka masih bisa menjadi pasangan yang potensial dimasa depan.

2. Ketergantungan pada mantan pasangan

Sebuah penelitian terpisah menunjukkan bahwa dibandingkan dengan wanita, pria lebih bergantung pada pasangan mereka untuk mendapatkan dukungan emosional. Wanita lebih mungkin daripada pria untuk memiliki teman dekat karena wanita umumnya lebih baik dalam memberikan dukungan emosional daripada pria, itu berarti wanita memiliki hubungan yang lebih mendukung di luar konteks romantis.

Jadi tanpa pasangan, pria kehilangan sumber penting dukungan sosial. Bahkan, pria sering  lebih banyak mengalami kecemasan dan depresi setelah putus daripada wanita.

3. Siapa yang harus disalahkan atas putusnya hubungan

Wanita lebih mungkin menyalahkan mantan pasangan mereka atas putusnya hubungan. Faktanya, satu studi tentang orang yang bercerai menemukan bahwa pria kebanyakan tidak tahu mengapa pernikahan mereka gagal. Ini bisa menjelaskan mengapa wanita memandang bekas mereka lebih negatif. Mereka lebih cenderung berpikir bahwa mantan adalah masalah bahkan sebelum hubungan berakhir.

4. Perasaan pascaputus

Jika Anda tidak berhasil mengatasi perpisahan itu, kemungkinan besar Anda akan memiliki perasaan yang melekat pada mantan Anda. Wanita lebih mungkin daripada pria untuk mengatasi perpisahan secara efektif dengan mencari kenyamanan dari teman-teman dan secara aktif berusaha memecahkan masalah. Sebaliknya, laki-laki lebih cenderung menggunakan strategi pasif yang kurang efektif, seperti mengalihkan perhatian mereka atau beralih ke penggunaan narkoba dan alkohol.

Dengan demikian wanita dapat mengatasi perpisahan mereka dengan lebih efektif, yang kemungkinan akan disertai dengan memudarnya kasih sayang untuk mantan mereka.

Sumber : psycology today/Bisnis.com