Hal Ini Paling Dibutuhkan Anak yang Orang Tuanya Bercerai

Perceraian -
02 Januari 2020 14:17 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Tidak dimungkiri jika di Indonesia masih ada kasus perceraian. Padahal, bagi keluarga yang sudah memiliki keturunan, perceraian akan memberikn dampak buruk bagi anaknya jika tidak dipikirkan dengan baik-baik.

Anak menjadi korban terbesar dari perceraian kedua orang tuanya. Tak sedikit anak-anak yang menjadi produk broken home menjadi tidak terkendali dan terjerumus pada masalah-masalah sosial.

Kenapa perceraian berdampak paling buruk pada anak karena mereka bisa merasakan kebingungan. Mulai dari menyesuaikan dengan kondisi kehidupan baru, menyulap hidup di dua rumah yang berbeda.

Belum lagi, kebingungan mengenai mengapa perceraian itu terjadi, dan selalu bertanya-tanya apakah itu kesalahan saya adalah beberapa tantangan umum yang dialami anak-anak dari keluarga yang bercerai.

Setelah perceraian, kebutuhan psikologis anak meningkat secara signifikan karena mereka hidup di tengah roller coaster emosional (dan mungkin ekonomi) yang dipenuhi dengan rasa bersalah, ketakutan, dan kebingungan.

Jangan membebani anak-anak Anda dengan situasi yang tidak dapat mereka kendalikan. Anak-anak seharusnya tidak memikul tanggung jawab seperti itu. Ini akan meningkatkan perasaan tidak berdaya dan tidak aman, menyebabkan mereka mempertanyakan kekuatan dan kemampuan mereka.

Jangan meminta anak-anak Anda untuk menangani masalah orang dewasa. Anak-anak tidak diperlengkapi untuk memahami masalah orang dewasa. Pertarungan tahanan dan pemicu keuangan Anda adalah tanggung jawab Anda sendiri. Fokus mereka harus pada menavigasi berbagai tahap perkembangan anak yang mereka lalui.

Berikut hal-hal yang dibutuhkan anak yang berasal dari keluarga yang bercerai :

Sumber : bisnis.com