Banyak Korban Banjir Mengeluh Sakit, Menkes Terawan Ingatkan agar Waspadai Leptospirosis

Banjir merendam kawasan Jalan Jatinegara Barat, Kampung Pulo, Jakarta, Kamis (2/1/2020). - ANTARA /Nova Wahyudi
03 Januari 2020 12:27 WIB Ria Theresia Situmorang Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Banjir melanda sejumlah wilayah di Indonesia di awal tahun 2020 ini. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebutkan saat ini masih banyak korban banjir yang mengeluhkan berbagai jenis gejala dan penyakit. 

Ditemui di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat (3/1/2020), seusai melakukan tinjauan di kawasan Cengkareng, Banten, sehari sebelumnya, Terawan menuturkan masih banyak warga yang mengeluhkan gejala kelelahan dan sakit perut. 

"Ada yang kelelahan, ada yang mulai mules perutnya, diare, tapi kan kita sudah ada pendampingan. Jadi memang apa yang kita prediksi setelah hari ketiga akan dimulai. Makanya, pusat krisis kita gerakan," ujar Terawan, Jumat (3/1/2020). 

Mantan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto tersebut menilai keluhan masyarakat saat ini bukanlah wabah namun kondisi dampak banjir. 

"Apa yang disebut wabah itu berbeda dengan ini, kita anggap saja ini adalah kondisi dampak dari banjir. Sehingga muncul persoalan di pencernaan karena itu air bersih dan sebagainya kita sudah koordinasikan untuk supaya bisa dipenuhi," ungkapnya. 

Sejauh ini, Terawan menyebut pihaknya memusatkan perhatian pada penyakit leptospirosis akibat banyaknya bangkai tikus yang bertebaran di kawasan yang terdampak banjir. 

"Penyakit pencernaan leptospirosis karena itu kita lihat bangkai tikus banyak. Saya kemarin meninjau itu saya langsung melihat langsung. Sumber-sumber air misalnya sumur yang tenggelam itu harus segera kita surveillance, skrining, kita awasi terus daerah darah itu juga harus segera dapat terpenuhi masalah kebutuhan air bersih," tutupnya. 

Sumber : bi\\