Teknologi dan Medsos Ternyata Berpengaruh pada Tren Rekrutmen Karyawan, Kok Bisa?

Ilustrasi Generasi Z - Reuters
05 Januari 2020 19:57 WIB Ria Theresia Situmorang Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA —  Perkembangan teknologi dan pengaruh media sosial sangat membantu kemudahan dalam proses rekrutmen dalam beberapa tahun terakhir. 

Menurut studi yang dilakukan baru-baru ini di Amerika Serikat yang dikutip oleh Times of India, angka putus sekolah telah memuncak mencapai 22%. Sehingga perusahaan saat ini berkonsentrasi untuk memilih bakat yang tepat dibandingkan mereka yang memenuhi kualifikasi untuk bergabung dengan perusahaan.

Untuk lebih memahami tren rekrutmen kerja pada tahun 2020, berikut ulasannya;

1. Penilaian melalui media sosial

Seberapa penting menggunakan media sosial saat ini untuk kepentingan profesional? Jawabannya adalah sangat penting, maka dari itu saat ini pekerjaan yang khusus bekerja untuk meneliti, merencanakan hingga eksekusi media sosial muncul dan akrab disebut sebagai social media officer. 

Pada 2020 ini, tren media sosial ini akan semakin berkembang yang diawali dengan proses skrining melalui platform seperti Linkedin, Jobstreet, Kalibrr, Glints dan lain-lain. 

Di sisi lain banyak perekrut yang meminta calon pekerjanya untuk menunjukkan media sosialnya untuk menunjukkan ketertarikan dan minatnya pribadinya di masa wawancara. Sehingga sangat penting bagi Anda para pencari kerja untuk memiliki dan mengatur feed atau profil di media sosial. 

2. Kandidat yang memiliki banyak skill akan diutamakan

Hal yang akan terus terjadi di dunia ini adalah perubahan. Orang-orang yang mampu beradaptasi dengan perubahan ini akan mampu bertahan dan hal ini yang menjadi tren rekrutmen kerja pada 2020. 

Dibanding berfokus pada kandidat yang memiliki kemahiran kemampuan pada bidang yang terbatas, perekrut umumnya lebih menyukai kandidat dengan berbagai macam kemampuan dan bisa beradaptasi dengan berbagai situasi.

Maka dari itu penting bagi pekerja untuk mendapatkan pelatihan atau kursus demi mendapatkan skill yang baru. 

3. Fleksibilitas kerja

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan Harvard Business Review, pekerja yang memiliki rentang waktu lama berkomutasi ke tempat kerja akan lebih stres menghadapi rutinitas pekerjaannya. 

Maka dari itu, tidak salah jika banyak perusahaan yang kini menawarkan fleksibilitas kerja kepada karyawannya seperti datang dua hingga kali seminggu ke kantor, hingga kesempatan bekerja dari rumah, menjadi sangat populer.

2020 dinilai sebagai perkembangan tren remote working karena banyak studi yang telah membuktikan waktu kerja yang fleksibel akan membantu individu mengatur tingkat stresnya dengan baik. 

4. Pekerjaan berbasis kontrak

Momen 2019 sangat lekat dengan kata resesi. Tak bisa dipungkiri, pengeluaran perusahaan akan semakin meningkat untuk beban gaji karyawan dan berbagai fasilitasnya di tahun 2020.

Untuk menekan angka pengeluaran, perusahaan mensiasatinya dengan banyak menunda pengangkatan karyawan tetap, dan lebih memilih merekrut karyawan berbasis kontrak atau outsourcing. 

5. Pemberian benefit lain selain gaji

Kita banyak didoktrin tentang pentingnya work-life balance, kepuasan kerja dan seberapa bahagia karyawan dapat menentukan prestasinya. 

Memang benar memiliki jumlah slip gaji yang besar saat ini penting namun tren yang berkembang saat ini menyebutkan uang bukanlah hal yang paling dicari. Tahun ini fokus pekerja dan perusahaan akan lebih diarahkan kepada asuransi kesehatan, kesempatan bekerja dari rumah, pinjaman pribadi dan sebagainya.

Sumber : bisnis.com