Pakar: Suami Ganteng Ternyata Suka Belagu

Ilustrasi. - Reuters
07 Januari 2020 21:37 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Punya suami tampan tak selamanya menyenangkan.

Memiliki pasangan yang tampan nan rupawan merupakan impian banyak kaum Hawa di dunia. Tapi dikutip Suara.com dari utas pakar hubungan, Lex dePraxis di media sosial Twiiter, laki-laki tampan dianggap cenderung lebih rese dan belagu dalam menjalani hubungan. Lho kok?

Ditulis Lex, ada beberapa studi yang menyinggung bagaimana laki-laki berpenampilan menarik yang memiliki pasangan perempuan yang tidak semenarik dirinya, akan lebih tidak terlibat dalam hubungan.

"Ternyata perbedaan tingkat kemenarikan fisik antar pasangan ternyata cukup memengaruhi pola interaksi dan tingkat kebahagian hubungannya. Salah satu penjelasannya adalah suami yang berpenampilan lebih menarik (dibanding istrinya) cenderung merasa besar kepala, tidak-puas, dan bersikap lebih menyebalkan," tulisnya.

Sehingga menurutnya, hal ini dapat membuat istri lebih insecure, tertekan, dan membalas bersikap negatif pada suami dan demikian seterusnya. Jadi siklus yang makin lama makin memperburuk kualitas hubungan," tulis konselor hubungan sekaligus founder KelasCinta.com tersebut.

Sementara itu, lanjut Lex, suami yang memiliki penampilan fisik kurang menarik dibanding istri, cenderung merasa puas, beruntung, mau bekerja sama atau terlibat, lebih banyak dalam merawat hubungan dan berbagai kegiatan domestik.

"Sehingga istri merasa lebih diayomi, dipedulikan, jadi lebih gemar serta bersedia membalas sikap-sikap positif suami dan demikian seterusnya tercipta siklus yang memperkuat hubungan mereka," tulisnya lagi lewat akun Twitter pribadi di @lexdepraxis.

Lex sendiri mengutip dua jurnal penelitian yaitu Beyond Initial Attraction Physical Attractiveness Newlywed Marriage yang dipublikasikan jurnal Family Psychology dan penelitian berjudul Association Between Physical Attractiveness and Dieting Motivations.

Lewat dua penelitian itu, Lex berani menyimpulkan bahwa perempuan yang memiliki suami kurang keren cenderung lebih terpenuhi tingkat bahagia dan sejahtera dibanding perempuan yang bersanding suami lebih keren.

Lex kemudian mencoba menarik benang merah dari dua penelitian tersebut. Meski tidak bisa menjadi preseden bahwa semua laki-laki tampan adalah tipikal suami rese dan menyebalkan, namun ia berharap ada pelajaran yang bisa diambil.

Beberapa pelajaran itu adalah, bagi perempuan yang tengah mencari pasangan, meski laki-laki dengan penampilan alakadarnya cukup banyak di dunia, bukan berarti tidak ada yang dari mereka yang tidak 'belagu'. "Jadi kalau pasangan kamu 'jelek' tapi sikapnya belagu dan tidak kooperatif atau suportif dalam hubungan, langsung buang saja di pinggir jalan, Ada banyak pilihan kok."

Kedua, bagi laki-laki yang secara beruntung dikaruniai tampang keren tidak pas-pasan, ia mengimbau agar mau melakukan apresiasi dan investasi dalam hubungan lebih banyak.

"Ingat, istri yang bahagia adalah keluarga yang bahagia. Kalau dia tidak bahagia, itu pasti akan menular memperparah ketidakpuasan dalam hubungan,"jelasnya.

Sumber : Suara.com