Resep Panjang Umur & Bebas Penyakit di Usia

Ilustrasi orang tua - Reuters/Ricardo Moraes
13 Januari 2020 22:37 WIB Reni Lestari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menurut sebuah studi terbaru, para ilmuwan menyatakanfaktor gaya hidup dapat membuat perbedaan yang signifikan terhadap risiko penyakit dan lamanya hidup secara keseluruhan. Faktor-faktor ini antara lain aktivitas fisik, konsumsi rokok, konsumsi alkohol, pola makan, dan berat badan.

"Studi telah menunjukkan bahwa merokok, tidak berolahraga, kualitas makanan yang buruk, dan konsumsi alkohol yang berat berkontribusi hingga 60% dari kematian dini," kata studi tersebut sebagaimana dilansir Medical News Today pada Senin (13/1/2020).

Sekelompok peneliti mengambil data dari dua sumber yakni dari the Nurses' Health Study yang mencakup informasi dari 73.196 perawat wanita; dan Health Professionals Follow-up Study yang mencakup data dari 38.366 profesional kesehatan pria.

Para ilmuwan menghitung skor gaya hidup dari 0 sampai 5 untuk setiap peserta. Mereka menghitung skor ini dengan menilai lima faktor gaya hidup berisiko rendah, yaitu berat badan yang sehat, tidak pernah merokok, berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari, asupan alkohol sedang, dan diet berkualitas baik.

Para peneliti mengikuti para peserta selama bertahun-tahun dan mencatat diagnosa dan kematian akibat kanker, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular. Sebagai bagian dari analisis mereka, para ilmuwan memperhitungkan berbagai faktor, termasuk riwayat kesehatan keluarga, usia, dan ras.

Para penulis studi ini menemukan bahwa wanita berusia 50 tahun yang tidak mengadopsi salah satu dari lima faktor gaya hidup berisiko rendah dapat hidup tanpa kanker, diabetes, dan penyakit jantung selama 24 tahun ke depan. Namun, mereka yang mengikuti empat atau lima faktor tersebut dapat mengharapkan tambahan 34 tahun bebas penyakit.

Pria berusia 50 yang tidak memasukkan salah satu faktor gaya hidup berisiko rendah ke dalam hidup mereka bisa berharap untuk hidup 24 tahun ekstra bebas dari penyakit kronis. Namun, mereka yang gaya hidupnya termasuk empat atau lima faktor risiko rendah memiliki sekitar 31 tahun kehidupan bebas penyakit.

Pria yang merokok lebih dari 15 batang setiap hari, dan siapa pun yang memiliki obesitas memiliki angka harapan hidup bebas penyakit terendah setelah 50 tahun.

"Kami mengamati bahwa kepatuhan terhadap gaya hidup berisiko rendah dikaitkan dengan harapan hidup yang lebih lama pada usia 50 tahun yang bebas dari penyakit kronis utama pada sekitar 7,6 tahun pada pria dan 10 tahun pada wanita dibandingkan dengan partisipan yang tidak memiliki faktor gaya hidup berisiko rendah."

Para ilmuwan juga menemukan bahwa pria dan wanita dengan empat atau lima faktor gaya hidup berisiko rendah yang menerima diagnosis kanker, penyakit kardiovaskular, atau diabetes tipe 2 hidup lebih lama daripada orang dengan diagnosis yang sama yang tidak memiliki faktor risiko rendah.

Gaya hidup sehat tidak hanya mengurangi risiko kanker, penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe 2 tetapi juga meningkatkan kelangsungan hidup setelah diagnosis penyakit-penyakit tersebut.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia