Advertisement

Minum Air itu Penting, tapi Kalau Terlalu Banyak Juga Tak Baik. Begini Penjelasannya ...

Newswire
Selasa, 14 Januari 2020 - 12:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Minum Air itu Penting, tapi Kalau Terlalu Banyak Juga Tak Baik. Begini Penjelasannya ... Ilustrasi minum air - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, WASHINGTON - Minum air penting untuk kesehatan. Namun jika terlalu banyak minum air juga tidak baik karena dapat mengakibatkan kondisi yang disebut hiponatremia.

Dirangkum dari Health, hiponatremia sendiri merupakan penurunan kadar natrium darah yang berbahaya. Natrium adalah elektrolit penting yang bertindak sebagai penjaga lalu lintas tubuh.

Natrium mengatur di mana air didistribusikan ke seluruh tubuh dan berapa banyak yang dikirim ke kandung kemih.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Meskipun relatif tidak umum untuk mencapai keracunan air, hal itu dapat terjadi jika Anda minum terlalu banyak apa yang bisa dikeluarkan tubuh Anda," kata Kristin Koskinen, ahli diet terdaftar di Richland, Washington.

Ketika sedikit menurun, kadar natrium yang rendah mungkin tidak menyebabkan gejala yang nyata, kata Suzanne Dixon , RD, ahli diet terdaftar di The Mesothelioma Center di Portland, Oregon.

Tetapi ketika kadar natrium terus turun karena minum lebih dari tubuh Anda mampu keluarkan, itu dapat menyebabkan gejala seperti kembung, sakit kepala, kabut otak dan mual.

"Ginjal memiliki batasan berapa banyak air yang dapat mereka keluarkan pada satu waktu, yaitu maksimum 800-1.000 mililiter per jam." kata Koskinen. "Apa pun yang melebihi jumlah itu pada dasarnya mengguyur tubuh," tambahnya.

Ketika tubuh tidak dapat membersihkan dirinya sendiri dari kelebihan air, sel membengkak untuk menampungnya, yang dapat menyebabkan sakit kepala dan kabut otak.

Anda juga mungkin merasa mual jika rasio air terhadap natrium tubuh Anda tidak seimbang. Karena ketika ada terlalu banyak air dalam aliran darah, tubuh Anda mungkin mencoba untuk membuang kelebihan air untuk menemukan keseimbangan lagi.

Advertisement

Kemampuan tubuh dalam menerima air sangatlah bervariasi. Untuk mengetahui gejala awal terlalu banyak minum air bisa dilihat dari urine.

Pastikan untuk memantau warna air kencing Anda. Sebab, air kencing adalah cara paling awal untuk memberi tahu Anda tentang status hidrasi. Warna urine biasanya berkisar dari kuning pucat hingga berwarna teh.

Jika urine Anda menjadi terlihat lebih jernih padahal biasanya tidak, itu pertanda bahwa Anda minum terlalu banyak air dalam jangka waktu yang terlalu pendek.

Advertisement

Selain itu, Anda merasa lebih sering ke toilet lebih dari biasanya. Rata-rata orang buang air kecil 6-8 kali sehari, atau hingga 10 kali.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 30 September 2022, Tiket Rp8.000

Jogja
| Jum'at, 30 September 2022, 09:07 WIB

Advertisement

alt

Jokowi Geram Indonesia Terus Impor Aspal

News
| Jum'at, 30 September 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement