Wabah Antraks Muncul Di Gunungkidul, Begini yang Harus Dilakukan Menurut Pakar

Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul berupaya mengubur bangkai sapi milik Sunaryo yang mati mendadak di Dusun Kulwo, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Selasa (27/8/2019)./Istimewa - Dokumen DPP Gunungkidul
14 Januari 2020 20:17 WIB Rahmat Jiwandono Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pakar Biokimia Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, Wayan Tunas Artama mengatakan ada tiga langkah yang wajib diperhatikan guna menekan penyebaran penyakit antraks. Bakteri antraks sebelumnya positif ditemukan di Kecamatan Ponjong, Gunungkidul.

Langkah pertama yang dilakukan kata dia yakni mengontrol lalu lintas ternak antardaerah di DIY. Kemudian menyebarkan informasi ke masyarakat terkait dengan antraks serta penanganannya. "Yang terakhir adalah vaksinasi kepada warga di sekitar lokasi ditemukannya bakteri antraks," katanya, Selasa (14/1/2020).

Masyarakat juga diimbau menghindari kontak langsung dengan hewan ternak agar meminimalkan penularan bakteri antraks. "Bisa menular ke manusia kalau memakan daging yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut," kata dia.

Untuk diketahui sebanyak 540 warga di Gunungkidul telah diberikan suntikan terkait dengan penemuan kasus antraks di wilayah ini.