Cuaca Ekstrem, 4 Masalah Kerusakan Rambut Ini Mengancam

Ilustrasi rambut - Reuters
16 Januari 2020 00:27 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Cuaca ekstrem yang terjadi di hampir seluruh belahan dunia menyebabkan masalah yang terjadi pada tubuh kita. Tak hanya kekebalan tubuh dan kulit, cuaca ekstrem juga bisa membuat rambut menjadi rusak.

Dilansir dari laman Boldsky, di bawah ini ada beberapa masalah kerusakan rambut yang kerap datang saat cuaca ekstrem melanda. Dengan mengetahui hal ini, kamu disarankan hati-hati dan semakin rajin merawat rambut.

Penasaran apa saja masalah kerusakan yang rambut yang bisa timbul di cuaca yang ekstrem ini? Kita simak, yuk!

1. Ketombe

Nah, salah satu masalah kerusakan rambut yang sangat menganggu dan menurunkan kepercayaan diri adalah ketombe. Sel kulit yang mengering akan membentuk serpihan yang disebut dengan ketombe.

Tak cukup dengan menggunakan sampo antiketombe, kamu juga perlu melembapkan kulit kepala dengan menggunakan hot oil, makan makanan yang sehat, dan melindungi rambut dari sinar matahari langsung.

2. Kulit kepala kering dan mengelupas

Masalah ini menjadi faktor utama adanya ketombe di rambut. Cuaca ekstrem akan merusak kelembapan kulit kepala dan menjadikannya kering hingga mengelupas.

Masalah tersebut bisa kamu atasi dengan cara memakai minyak kepala, minyak zaitun, atau minyak almond. Kamu bisa gunakan minyak tersebut satu jam sebelum keramas.

3. Bercabang

Cuaca ekstrem membuat nutrisi dalam rambut berkurang sangat banyak. Nah, biasanya ujung rambut menjadi bagian yang paling kekurangan nutrisi.

Itu membuat timbul cabang di ujung rambut yang sangat menganggu dan bisa merusak. Disarankan untuk merapikan potongan untuk membuang rambut-rambut bercabang.

4. Kusam

Bahkan, warna dan tekstur rambut bisa ikut terdampak akibat cuaca ekstrem. Rambut akan terlihat semakin kusam dan kering. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah memakai kondisioner setelah sampo.

Kamu juga bisa mengaplikasikan cuka apel dan minyak esensial saat rambut setengah kering untuk menambah kelembapan alaminya.

Sumber : boldsky/suara.com