17 Orang di China Meninggal karena Corona, Pelabuhan dan Bandara Ditutup

Ilustrasi virus - Ist/webMD
23 Januari 2020 15:17 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, CHINA - Kasus novel coronavirus (nCoV) alias virus corona di China telah merenggut nyawa 17 orang. Pemerintah China pun mengambil langkah drastis dengan menutup sementara bandara dan pelabuhan di kota Wuhan, tempat wabah ini bermula.

Dilansir CNN, sudah ada setidaknya 547 kasus yang terkonfirmasi di China. Dari 17 kematian, delapan di antaranya terjadi di provinsi Hubei, dengan sisanya tersebar di Macao hingga Taiwan.

Di luar China, kasus pneumonia karena virus Corona juga terjadi di Korea Selatan, Thailand, Jepang, Australia, hingga Amerika Serikat dan Singapura.

Menteri Kesehatan China Li Bin mengatakan ada lebih dari 2.200 orang yang terindikasi melakukan kontak dengan pasien. Lebih dari 700 sudah dinyatakan sehat dan tidak terinfeksi, sementara sisanya masih menjalani pemantauan.

"Kami melihat adanya kemungkinan virus bermutasi dan menyebar lebih jauh," ujar Li Bin, sembari mengatakan risiko penularan meningkat jelang Tahun Baru Imlek.

Gejala virus corona yang menyebabkan pneumonia ini antara lain demam, batuk, dan kesulitan bernapas.

Pihak kesehatan berpendapat bahwa wabah akibat virus Corona ini berkaitan dengan pasar makanan laut di Wuhan. Tetapi, beberapa pasien baru mau menghindari pasar ini setelah didiagnosis dengan virus Corona.

Sekarang ini belum tersedia vaksin untuk jenis virus Corona baru. Tetapi, perlu diwaspadai kalau gejalanya meliputi demam, kesulitan bernapas dan infiltrat pneumonik di paru-paru.

Pihak berwenang China juga telah meningkatkan upaya pemantauan dan desinfeksi menjelang liburan tahun baru di akhir Januari. Karena, ada sekitar 1,4 miliar orang di negara itu melakukan perjalanan domestrik dan luar negeri.

Sumber : Suara.com