Ini 5 Dampak Buruk Ketergantungan Gadget pada Remaja

Main gadget malam hari - shuttershock.com
28 Januari 2020 14:47 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Saat ini, gadget telah menjadi bagian dari hidup manusia hingga kalangan remaja. Bahkan hampir 24 jam mereka selalu melekat dan menggenggam ponselnya kemanapun mereka pergi.

Sejak buka mata hingga beranjak tidur mereka seolah bergantung pada gadget. Bahkan beberapa diantaranya akan panik ketika ponselnya ketinggalan di rumah. Ketergantungan ini, membuat dampak buruk pada kehidupan sosial remaja itu sendiri.

Salah satu dampak buruk yang paling terlihat yakni kurang sosialisasinya remaja dengan teman sebayanya secara nyata.

Selain itu, ada beberapa dampak buruk lainnya yang dikhawatirkan terjadi pada remaja atas ketergantungan gadget berikut ini :

1. Anak-anak tidak lagi memiliki persahabatan sejati secara nyata

Ini yang sering dikhawatirkan oleh orang tua jika anaknya tergantung pada gadget sepanjang hari. Kenyataannya, sebagian besar anak muda “memperluas” persahabatan dari dunia nyata ke dunia online.

Persahabatan online ini biasanya mencerminkan kualitas yang serupa dengan persahabatan offline mereka juga. Plus, bukti terbaru menunjukkan bahwa anak-anak yang secara teratur bersosialisasi online juga secara teratur bersosialisasi di dunia nyata.

2. Melakukan sesuatu yang sulit terpantau

Orang tua khawatir jika anak melihat hal-hal yang tidak seharusnya ketika mereka berseluncur di dunia maya. Atau bahkan yang terburuk menjadi korban dari pelecehan dan pembulian di dunia maya. Kenyataannya, penindasan dan pelecehan pelecehan dan pembulian bukan hanya terjadi secara online, namun justru lebih banyak secara nyata di sekolah, atau di lingkungan bermain mereka.

3. Media sosial menyebabkan remaja menjadi cemas dan tertekan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak waktu dengan media sosial berkorelasi dengan lebih banyak masalah kesehatan mental. Gangguan tidur, emosional anak muda di media sosial diprediksi memberikan hasil yang lebih negatif. Tapi, perlu penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah penggunaan media sosial membuat remaja lebih cemas atau apakah remaja cemas lebih mungkin untuk menggunakan internet lebih sering.

4. Teknologi dan remaja adalah kombinasi yang buruk soal kualitas tidur

Remaja yang tergantung pada ponsel mereka akan memiliki kualitas tidur yang buruk. Padahal tidur sangat penting untuk pengaturan emosi, keberhasilan akademis, dan kesehatan fisik.

5. Anak-anak tidak dapat fokus lagi

Kabar baiknya, penelitian laboratorium saat ini menunjukkan bahwa layar tidak secara fundamental mengubah kapasitas otak untuk memusatkan perhatian. Konon, anak-anak tidak tinggal di laboratorium. Mereka hidup dalam kehidupan nyata dengan ponsel di saku mereka yang membuat tarikan magnet untuk perhatian anak-anak, membuat mereka cenderung bekerja untuk memusatkan perhatian mereka pada hal-hal lain. Penelitian jelas bahwa ada biaya kognitif untuk multitasking kebiasaan kita. Otak kita dibangun untuk satu hal pada satu waktu dan multitasking mengarah pada lebih banyak kesalahan, lebih sedikit retensi, lebih banyak kejernihan mental, dan meningkatkan distraksi.

Sumber : Bisnis.com