Kenali Perbedaan Corona dengan Flu Biasa

Dokter sedang melakukan perawatan pada pasien virus corona. - Reuters
08 Februari 2020 16:57 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, AS - Selain wabah virus corona baru 2019-nCoV yang sudah meluas ke banyak negara, ada pula epidemi virus lain yang juga menyerang seluruh dunia, yaitu virus flu. Lantas apa perbedaan keduanya?

Sejauh ini lebih dari 31.161 dilaporkan positif terinfeksi virus corona Wuhan atau 2019-nCoV dan lebih dari 600 kasus kematian. Tapi sebenarnya angka itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan jumlah orang yang sedang flu atau influenza.

Menurut Centers for Disease Control (CDC) di Amerika Serikat, flu telah menyerang sekitar 19 juta orang, 180.000 dirawat di rumah sakit dan 10.000 meninggal dunia.

Berikut adalah perbandingan kedua virus ini, dikutip dari Bisinis.com yang melansir Live Science:

1. Gejala dan efek

Flu musiman seperti virus influenza A dan influenza B dan 2019-nCoV adalah virus menular yang sama-sama menyebabkan gangguan pernapasan.

Menurut CDC gejala-gejala flu yang umum adalah demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit otot, sakit kepala, pilek atau hidung tersumbat, kelelahan dan bahkan hingga muntah atau diare. Gejala flu sering muncul tiba-tiba.

Kebanyakan orang yang terkena flu akan sembuh dalam waktu kurang dari dua minggu, tapi pada beberapa orang, flu juga bisa menyebabkan komplikasi, termasuk pneumonia. Sedangkan virus corona memiliki gejala seperti demam, batuk dan sesak napas.

Menurut World Health Organization (WHO) kedua virus ini menyerang pernapasan dan memiliki gejala yang hampir sama. Hal ini membuat sulit untuk membedakan kedua virus tersebut hanya berdasarkan gejalanya saja.

2. Angka kematian

Menurut data CDC, sejauh ini sekitar 0,05% orang yang terkena virus flu telah meninggal dunia di Amerika Serikat.

Tingkat kematian untuk 2019-nCoV masih belum jelas, tetapi tampaknya lebih tinggi daripada orang yang terkena flu. Sampai saat ini, angka kematian untuk 2019-nCoV telah mencapai 2% dari ribuan orang yang positif terinfeksi.

3. Risiko terinfeksi

CDC memperkirakan bahwa, rata-rata, sekitar 8% populasi Amerika Serikat terkena flu.

Saat ini hanya ada 11 kasus 2019-nCoV di AS. Namun, virus yang baru muncul seperti 2019-nCoV menjadi masalah kesehatan masyarakat. Beberapa orang yang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi virus corona adalah dokter, perawat, atau seseorang yang bekerja di rumah sakit.

4. Pencegahan

Tidak seperti flu yang dapat dicegah dengan vaksin agar tidak terinfeksi, saat ini belum ada vaksin yang bisa mencegah dari terinfeksinya virus corona.

Tetapi CDC merekomendasikan beberapa hal untuk mencegah penyebaran virus corona dan maupun flu musiman. Antara lain, cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik; hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci; hindari kontak dekat dengan orang yang sakit, dan tetap berada di rumah saat sakit, dan bersihkan benda dan permukaan yang sering disentuh.

Sumber : Detik.com