Kate Middleton Alami Hiperemesis Gravidarum saat Hamil

Keluarga Kate Middleton. - Fox News.
17 Februari 2020 14:07 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, INGGRIS - Seorang perempuan hamil kerap mengalami yang dinamakan morning sickenss, bahkan sang Duchess of Cambridge, Kate Middleton.

Dalam sebuah podcast 'Happy Mum, Happy baby' yang disiarkan pada Sabtu (15/2/2020) kemarin, Kate menceritakan morning sickness parah yang dialaminya saat hamil.

"Aku merasakan morning sickness yang sangat parah dulu. Banyak orang yang mengalaminya lebih parah. Tapi itu suatu hal yang menantang bagiku," kata Kate, dilansir Today.

Morning sickness yang dialaminya ini ternyata sebuah kondisi yang dinamakan hiperemesis gravidarum. Sebab, komplikasi pada trimester pertama kehamilan yang menyebabkan mual dan muntah amat parah.

Mual dan muntah yang terjadi akibat hiperemsis gravidarum lebih parah daripada morning sickness biasanya.

Saking parahnya, kondisi ini dapat menyebabkan sang ibu dehidrasi, mengalami penurunan berat badan drastis, kekurangan gizi, ketidakseimbangan elektrolit, hingga gangguan metabolisme.

Jika tidak ditangani, komplikasi hiperemsis gravidarum dapat menjadi seirus dan terkait dengan ginjal, sistem saraf, dan kerusakan hati.

Hingga kini belum diketahui apa penyebab dari kondisi ini. Namun, dilansir Hello Sehat, beberapa ahli percaya hal ini terkait dengan perubahan hormon tubuh yang terjadi selama kehamilan.

Peningkatan kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) terutama saat minggu ke-8 kehamilan dapat meningkatkan resiko mual dan muntah saat hamil. Hormon yang meningkat ini dilepaskan oleh plasenta.

Selain itu, peningkatan estrogen dan progesteron (terutama saat trimester pertama kehamilan) dapat menyebabkan penurunan kerja otot.

Otot lambung yang lemas dapat membuat ibu hamil mudah memuntahkan isi perutnya.

Hiperemesis gravidarum juga diduga disebabkan oleh:

- Stres saat hamil
- Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori)
- Korpus luteum (massa dari folikel yang matang) terletak di ovarium kanan karena konsentrasi hormon steroidnya lebih tinggi.
- Genetika
- Hamil setelah berusia 30 tahun
- Mengalami hamil anggur
- Mengalami hipertiroidisme atau hipotiroidisme
- Mengalami kondisi seperti tekanan darah tinggi, migrain aktif, dan diabetes gestasional
- Ibu hamil yang kegemukan

Selain berbagai faktor tersebut, hamil anak kembar dua atau lebih juga menjadi salah satu penyebab umum hiperemesis gravidarum lainnya.

Sumber : Suara.com