Benarkah Anak-Anak Lebih Tahan Virus Corona? Begini Penjelasan Pakar

Aktivitas petugas medis saat menangani pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, Cina, 25 Januari 2020. - THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO via REUTERS
19 Februari 2020 22:37 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Pasien anak-anak dilaporkan lebih sedikit menjadi korban keganasan Virus Corona.

Virus corona atau Covid-19 masih menghantui masyarakat dunia, khususnya China karena korban jiwa sudah mencapai lebih dari 2000 orang.

Tapi di antara seluruh korban jarang ditemui anak-anak yang masih kecil. Rata-rata korban berumur dewasa atau usia lanjut. Jadi, benarkah anak-anak cenderung terlindungi dari Covid-19?

Dokter Spesialis Pernapasan Anak, Prof. dr. Bambang Supriyatno, SpA (K), tidak bisa menjawab itu dengan gamblang, karena harus ada penelitian lebih lanjut terkait itu, dan sayangnya penelitian tersebut belum ada.

"Cuma memang pada kasus corona kenapa, dari sekian puluh ribu kasus anak sedikit. Tentu menjadi pertanyaan dan perlu penelitian," ujar Prof. Bambang di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

Alasan penelitian hingga saat ini belum ada, karena banyak orang masih konsentrasi penanganan secara darurat, apalagi dengan angka kematian masih terus terjadi.

"Ini kan dalam keadaan seperti ini mengatasi emergency-nya dulu. Nanti pasti akan keluar kenapa pada anak itu kok jarang. Apakah karena anak jarang bermain?," imbuh Prof. Bambang.

Sedangkan dari sisi daya tahan tubuh, anak-anak yang masih berusia di bawah 5 tahun cenderung lebih rentan sakit dan terpapar virus. Ini lantaran anak balita belum memiliki daya tahan tubuh yang sempurna.

"Pada anak daya tahannya rentan terutama di bawah usia 5 tahun karena sistem imunnya belum baik. Secara teoritis anak bisa kena, kalau ada human to human transmission anak tertular," paparnya.

Lebih lanjut, kata laki-laki yang berpraktik di RSCM itu menyebut daya tahan akan terbentuk sempurna, saat anak memasuki masa pubertas. Kecuali, si anak mengalami masalah hormon yang sering terjadi pada masa puber, tapi bisa dipastikan sistem imunnya sudah sempurna.

"Nomor 1 karena kesempurnaan sistem imun tubuh. Kemudian pada saat dia akil balig (puber), biasanya ada gangguan hormonal sehingga daya tahan tubuhnya menurun," tutupnya.

Sumber : Suara.com