Anak di Bawah 6 Tahun yang Tidur Larut Malam Berisiko Tinggi Obesitas

20 Februari 2020 06:07 WIB Nirmala Aninda Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah studi berhasil menemukan hubungan antara waktu tidur anak di bawah enam tahun dengan peningkatan risiko obesitas.

Penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics ini meneliti terhadap 107 anak-anak di Swedia itu menemukan bahwa jam tidur lewat dari pukul 21:00 dapat memicu Indeks Massa Tubuh (BMI) yang lebih tinggi.

Namun, sebelum orang tua terburu-buru untuk menempatkan anak-anak mereka ke tempat tidur satu jam lebih awal, mereka harus tahu ada banyak faktor di luar waktu tidur yang dapat memengaruhi temuan ini.

64% dari anak-anak tersebut memiliki orang tua yang berkelebihan berat badan atau gemuk.

Anak-anak yang pergi tidur lebih larut memiliki lingkar pinggang yang lebih lebar dan Indeks Massa Tubuh lebih tinggi pada akhir studi yang berlangsung selama empat tahun.

Studi ini menemukan bahwa durasi jam tidur anak-anak tidak menjadi masalah, namun waktu tidur yang larut dikaitkan dengan risiko obesitas yang lebih tinggi.

"Waktu tidur yang terlambat mungkin mencerminkan kurangnya rutinitas dalam kehidupan sehari-hari anak-anak, dan mereka mungkin lebih terpapar pada gaya hidup tidak sehat. Anak-anak yang tidur larut mungkin juga memiliki lebih banyak kesempatan untuk makan," ujar penulis studi Julia Xiu, seperti dikutip melalui Business Insider, Rabu (19/2).

Para peneliti melacak tidur setiap anak selama tujuh hari berturut-turut, melalui pelacak tidur yang dikenakan di pergelangan tangan. Pada setiap kunjungan, para peneliti juga melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar pinggang setiap anak.

Penelitian menunjukkan bahwa waktu tidur yang teratur lebih baik untuk pertumbuhan dan kesehatan secara keseluruhan, tetapi ketika waktu anak-anak pergi tidur bervariasi berdasarkan di belahan dunia mana mereka tinggal.

Menurut sebuah penelitian, anak-anak berusia nol hingga tiga tahun di Australia dan Selandia Baru memiliki waktu tidur paling awal, sekitar pukul 19:28 dan 19:55, sedangkan anak-anak seusia itu di Hong Kong dan India tidur paling lambat, antara pukul 22:11 dan 22:17.

Dr. Nicole Glaser dan Dr. Dennis Styne, ahli endokrinologi pediatrik di UC Davis Health, mengatakan risiko obesitas yang lebih tinggi juga mungkin dipicu oleh faktor lain seperti waktu penggunaan gadget yang berlebihan, olahraga yang kurang memadai, atau kurangnya kewaspadaan terhadap kebiasaan kesehatan di keluarga.

Di sisi lain, Dr. Veronica Johnson, seorang spesialis pengobatan obesitas anak di UTHealth di Houston, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa satu faktor yang membatasi penelitian ini adalah penulis studi hanya mengevaluasi tidur selama tujuh hari berturut-turut.

"Itu tidak menunjukkan gambaran penuh tentang bagaimana kebiasaan tidur berubah seiring waktu," katanya.

Keterbatasan lain dari penelitian ini adalah ukuran sampel. 107 anak-anak yang menjadi objek penelitian semuanya berasal dari Swedia, dan sebagian besar Kaukasia.

"Dibandingkan dengan anak-anak di AS, anak perempuan Afrika-Amerika dan anak laki-laki Hispanik lebih cenderung menunjukkan tanda-tanda obesitas pada masa remaja," ungkapnya.

Johnson menyarankan anak-anak untuk mendapatkan jadwal tidur yang teratur. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar anak-anak tidur antara 11 hingga 13 jam semalam.

Sumber : Bisnis.com