Hipertensi Bisa Sebabkan Penyakit Komplikasi, Waspadalah!

Ilustrasi - Wowamazing
22 Februari 2020 11:07 WIB Gloria Fransisca Katharina Lawi Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Masyarakat diminta lebih peduli terhadap hipertensi, sebab deteksi hipertensi sedini mungkin akan menjauhkan dari penyakit yang merusak organ tubuh perlahan. Bahkan berdampak pada kematian.

Ketua Panitia The 14th Scientific Meeting of InaSH 2020, Ekawati Dani Yulianti menyebutkan bahwa data Riskesdas 2018 mencatat sebanyak 63 juta orang atau sebesar 34,1 persen penduduk di Indonesia menderita hipertensi. Dari populasi hipertensi tersebut, hanya sebesar 8,8 persen terdiagnosis hipertensi dan hanya 54,4 persen dari yang terdiagnosis hipertensi rutin minum obat.

“Mengetahui hipertensi, bisa mencegah penyakit komplikasi yang ditimbulkannya,” ungkapnya, Kamis (20/2/2020).

Indonesian Society of Hypertension (InaSH) mengenal The 14th Scientific Meeting of InaSH 2020 dengan tema utama “Hypertension is not Just a Number but Beyond” memiliki tujuan menangani hipertensi secara komprehensif mulai dari promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif meningkat. 

Mengetahui hipertensi, akan meningkatkan kualitas hidup para pengidap hipertensi khususnya dan masyarakat Indonesia. Secara tidak langsung, ini melapangkan jalan Indonesia mencapai sasaran pembangunan berkelanjutan 2030 yang dicanangkan oleh PBB.

“Kami menghimbau masyarakat agar memeriksakan tekanan darah ke fasilitas kesehatan sedini mungkin, agar tekanan darah dapat dikendalikan dan komplikasi yang dapat membuat cacat dan kematian dapat dicegah sedini mungkin,” sambung Ekawati.

Dia pun menegaskan kepada masyarakat agar perlu memahami bahwa sebagian besar hipertensi bukan merupakan penyakit yang dapat disembuhkan total. Mengetahui hipertensi bertujuan mencegah komplikasi.

Untuk mencapai sasaran tersebut di samping pengobatan yang teratur, juga menerapkan gaya hidup yang sehat.

Panitia 14th Scientific Meeting InaSH, Amanda Tiksnadi menyatakan hipertensi akan menyebabkan komplikasi kerusakan struktural dan fungsional pembuluh darah dan juga organ-organ terminal. Misalnya saja; mata, otak, jantung, ginjal . Hal ini dikenal dengan istilah Hypertension-Mediated Organ Damage (HMOD).

Adapun beberapa manifestasi klinis HMOD terminal ini antara lain adalah gagal jantung, sindrom koroner akut, stroke, demensia vaskuler atau pikun, gagal ginjal dan gangguan penglihatan termasuk kebutaan.

Sumber : Bisnis.com