Perjalanan Udara Lebih Menegangkan daripada Pergi Kerja. Sepakat?

Ilustrasi-Calon penumpang pesawat udara berada di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, Rabu (13/2/2019). - ANTARA FOTO/Septianda Perdana
01 Maret 2020 15:37 WIB Syaiful Millah Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa perjalanan udara lebih menegangkan daripada memikirkan perjalanan menuju tempat bekerja.  

Studi menunjukkan sebagian besar orang berpikir bahwa proses untuk melakukan perjalanan udara lebih menegangkan dibandingkan ketika mereka bekerja.

Studi terbaru yang dilakukan The Points Guy, sebuah situs web dan blog perjalanan Amerika Serikat, menyatakan bahwa 55 persen orang yang telah melakukan penerbangan dengan maskapai komersial berpikir proses perjalanan udara seperti pemesanan tiket, pengepakan, pengecekan bandara, dan lain-lain justru membuat mereka stres.

Hanya 17 persen dari responden yang mengatakan bahwa pergi bekerja lebih membuat stres ketimbang melakukan proses perjalanan udara. Semetara sisanya memberikan jawaban yang netral.

Menariknya, studi survei ini membandingkan tingkat ketegangan proses penerbangan dengan beberapa kegiatan lain. Hasilnya, sekitar 44 persen responden menyebut bahwa proses perjalanan udaha lebih memusingkan daripada pergi ke dokter gigi.

Sedangkan 37 persen orang yang disurvei mengatakan hal tersebut lebih menegangkan daripada mengurusi proses pajak dan 35 persen menyebut penerbangan udara lebih ribet daripada proses pengurusan kendaraan bermotor.

Selain melakukan survei atas tingkat ketegangan terkait proses perjalanan menggunakan pesawat terbang, The Points Guy juga menanyakan tingkat kerelaan membayar lebih untuk meningkatkan pengalaman terbang mereka.

Sebanyak 63% responden mengatakan bahwa mereka bersedia membayar tiket ekstra untuk mendapatkan penerbangan langsung. Hal itu jadi pilihan daripada mereka harus melakukan perjalanan lebih dari enam jam. Biaya ekstra itu digunakan untuk mendapatkan kursi dan situasi yang lebih nyaman dan termasuk pemeriksaan keamanan yang berulang.

“Lebih dari setengah responden berpikir perjalanan udara lebih menegangkan dari pada pergi bekerja. Akan tetapi, tetap saja naik pesawat seharusnya tidak terasa seperti sesuatu yang sangat tidak nyaman,” kata Melanie Lieberman, Senior Travel Editor The Points Guy.

“Untungnya, ada banyak alat yang dapat digunakan wisatawan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan udara. Kita mungkin memiliki kartu kredit yang bisa membuat kita naik pesawat lebih awal atau mendapat tempat duduk yang lebih baik,” imbuhnya.

Untuk membuat perjalanan udara tidak terlalu membuat stres, Lieberman memberikan beberapa tip misalnya selalu pilih penerbangan pertama jika memungkinkan karena cenderung tepat waktu, pilih penerbangan non-stop saat diberikan pilihan dengan penerbangan lanjutan.

Dia juga menyarankan untuk menggunakan kartu kredit tertentu dari maskapai yang bisa memberikan akses naik pesawat lebih awal atau kursi yang lebih baik, serta mengemas barang-barang ke koper dan membawanya ke kabin agar proses turun pesawat menjadi lebih cepat.

Sumber : bisnis.com