Tak Hanya Covid-19, Pneumonia dan Bronkitis Juga Bisa Disebabkan Virus Corona

Ilustrasi virus Corona. - REUTERS/Dado Ruvic
06 Maret 2020 20:17 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Virus corona diketahui menyebabkan berbagai penyakit terkait dengan pernapasan.

Coronavirus ternyata tak hanya menyebabkan penyakit COVID-19 yang sedang mewabah saat ini. Namun, beberapa penyakit umum yang sering menyerang manusia juga berasal dari coronavirus.

Menurut WHO, coronavirus termasuk dalam sebuah famili virus yang menyebabkan penyakit pada binatang dan manusia.

Menyadur dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), coronavirus yang menyerang manusia terdiri atas beberapa jenis:

1. 229E (alpha coronavirus)
2. NL63 (alpha coronavirus)
3. OC43 (beta coronavirus)
4. HKU1 (beta coronavirus)
5. MERS-CoV
6. SARS-CoV
7. SARS-CoV-2

Penelitian CDC menunjukkan, virus yang paling umum menyerang orang-orang di dunia berasal dari jenis 229E, NL63, OC43, dan HKU1. Penyakit tersebut berupa pneumonia, bronkitis, dan demam kejang.

Jenis selanjutnya dari coronavirus dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, mulai dari flu biasa sampai pada level yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Sementara jenis SARS-Cov-2 lah awal mula terbentuknya virus corona sekarang.

Penamaan penyakit COVID-19 ini menyesuaikan ciri dan situasinya. Pembedahan katanya meliputi:

CO - corona
Corona diambil dari kata crown yang berarti mahkota. Disebut demikian karena jika dilihat secara mikroskopik, bentuk virus ini memiliki mahkota di luar lingkarannya. Mahkota inilah yang bertugas menularkan virus.

VI - Virus
Virus dari corona ini dapat menular ke hewan dan/atau manusia.

D - Disease
Disease berarti penyakit. Penyakit yang ditimbulkan dari virus ini bisa terlihat dari gejala yang ditimbulkan. Orang yang terserang penyakit COVID-19 memiliki gejala awal seperti demam, batuk kering, nyeri dan linu, serak, dan diare. Gejala akan bertambah seiring masa inkubasi virus yang bisa mencapai 14 hari. Dalam level yang lebih parah, penderita akan mengalami sesak napas.

19 - 2019
Ini adalah tahun ditemukannya virus ini. Pada akhir 2019, jenis baru virus corona ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Hingga Maret 2020, virus telah menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia.

Sumber : Suara.com