Provinsi yang Orangnya Paling Suka Makan Gorengan, Jawa Tengah Nomor 1, DIY Nomor 3

Ilustrasi. - Solopos
08 Maret 2020 16:17 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, SOLO -- Anda suka makan gorengan? Jika Anda warga asal DIY, hal itu bisa dikatakan lumrah. Pasalnya, hasil penelitian, DIY menempati urutan ketiga provinsi yang warganya suka makan gorengan.

Kebiasaan orang Jawa Tengah makan gorengan menjadi yang paling tinggi di Indonesia. Tak tanggung-tanggung separuh lebih orang Jawa Tengah punya kebiasaan makan makanan berlemak atau berkolesterol atau gorengan lebih dari satu kali setiap harinya.

Hal tersebut terungkap dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dilakukan Kementerian Kesehatan. Saat ditanya mengenai kebiasaan makan makanan berlemak atau berkolesterol atau gorengan, 58,4% orang Jawa Tengah yang menjadi responden menjawab mengonsumsi lebih dari satu kali setiap harinya.

Sisanya, 36% responden menjawab makan makanan berlemak/berkolesterol 1-6 kali dalam satu pekan dan hanya 5,6% yang makan gorengan kurang dari tiga kali dalam satu bulan. Dalam riset itu disebutkan makanan berlemak adalah makanan mengandung lemak yang tinggi, termasuk lemak jenuh dan makanan yang mengandung kolesterol.

Selama ini gorengan yang banyak dibuat seperti tempe, tahu, pisang, ataupun singkong yang dicampur dengan tepung. Cara membuatnya yang praktis dan mudah, serta harganya yang terjangkau membuat gorengan semakin digemari.

Di bawah kebiasaan orang Jawa Tengah ada Jawa Barat yang 52,5% respondennya mengaku makan gorengan lebih dari satu kali setiap hari. Kemudian ada 39,8% yang makan gorengan sebanyak 1-6 kali per pekannya, dan 7,8% yang makan kurang dari tiga kali dalam sebulan.

Kondisi yang sama terjadi di DIY. Sebanyak 50,7% responden di DIY mengaku makan gorengan/makanan berlemak/berkolesterol lebih dari satu kali setiap harinya. Sisanya, 42,5% makan 1-6 kali dalam sepekan, dan 6,8% makan gorengan kurang dari tiga kali sebulan.

Tiga provinsi itu yang lebih dari 50% penduduknya makan gorengan/makanan berlemak/berkolesterol setiap harinya. Kondisi ini berkebalikan dengan penduduk di Nusa Tenggara Timur.

Ini wilayah ini hanya 10,3% responden yang mengaku makan makanan berlemak setiap hari. Mayoritas yaitu 46,3% makan makanan berlemak/kolesterol kurang dari tiga kali sebulan dan 43,4%-nya 1-6 kali dalam sepekan.

Sumber : Solopos.com