Kalangan Paling Berisiko Tinggi Meninggal Akibat Corona, Lansia dan Pria Perokok

Ilustrasi - Women/info
09 Maret 2020 11:17 WIB Desyinta Nuraini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Virus Corona atau Covid-19 bisa menyerang siapa saja, namun pria dan lansia dinilai lebih rentan terinfeksi.

Michael Mina, asisten profesor epidemiologi di Harvard T.H, Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan mengatakan, dari data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, sebagian besar kasus corona di negara tersebut didominasi pria.

Angka kematiannya pun dua kali lipat daripada wanita yang terinfeksi. Mina menyebut kemungkinan penyebabnya yakni karena pria China merupakan perokok aktif. 

Dari studi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2019 menemukan bahwa 47,6 persen pria China adalah perokok, sementara 1,8 persen adalah wanita. Lagipula, imun wanita umumnya lebih kuat daripada pria. 

Mina menambahkan bahwa faktor usia juga mempengaruhi infeksi virus corona. Dia melihat angka kematian mereka yang berusia 35 tahun ke bawah terbilang hampir tidak ada. "Ketika orang bertambah usia dari 40-an hingga 80-an, kita melihat peningkatan kematian," ujarnya seperti dikutip dari Medscape, Senin (9/3/2020).

Studi The Journal of American Medical Association yang meneliti 45.000 kasus pertama di China menemukan bahwa 80 persen dari kasus Corona yang dilaporkan terbilang ringan. 20 persen lainnya didiagnosis memiliki gejala sedang, berat, atau kritis, termasuk sulit bernapas, radang paru-paru, dan kegagalan organ. Sekitar 2,3 persen menyebabkan kematian.

Dari hasil penelitian juga disebutkan sejauh ini hanya 1 persen anak-anak usia 1-9 tahun di China yang terinfeksi, 1 persen lainnya berusia 10-19 tahun dan tanpa kematian.

Sementara itu, 8 persen orang yang berusia 70-an tahun dan hampir 15 persen dari mereka yang berusia 80 tahun ke atas, meninggal dunia. 

"Seseorang berusia 80-an memiliki risiko yang cukup tinggi untuk tidak meninggalkan rumah sakit," kata Mina. 

Selain itu, dari hasil penelitian pula disampaikan orang dengan masalah jantung, diabetes, atau masalah paru-paru seperti penyakit paru obstruktif kronis (Chronic Obstructive Pulmonary Disease/COPD) juga berisiko lebih tinggi meninggal setelah terinfeksi corona. 

Sumber : Bisnis.com