Masker Langka, Dokter Ini Sarankan Warga Membuat Masker Sendiri, Begini Caranya

Pedagang masker - Antara
13 Maret 2020 05:57 WIB Desyinta Nuraini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Adanya kasus Virus Corona membuat warga memburu masker. Masker bedah atau masker sekali pakai menjadi salah satu barang yang paling dicari hingga kini.

Namun nyatanya, masker sebaiknya digunakan bagi mereka yang menderita sakit seperti flu atau batuk supaya tidak menulari orang lain. Atau bagi mereka yang tengah melakukan perjalanan menggunakan pesawat karena sirkulasi udara di badan pesawat yang minim.

Sayangnya, di kota-kota besar seperti Jakarta, ketersediaan masker seketika langka, bahkan harganya melonjak bisa berkali-kali lipat. Beberapa waktu lalu pun, ada oknum-oknum nakal yang menjual masker rekondisi atau bekas pakai.

Kata dokter kosmetologi, dr. Indira P. Tranggono, untuk mengatasi kelangkaan dan mahalnya harga, sejatinya masker bisa dibuat sendiri menggunakan kain.

"Lebih baik bikin masker sendiri. Dari kain saja. Kita bisa cuci sendiri, daripada pakai masker berpenyakit, bikin masker yang bisa dicuci," ujarnya di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Kalau pun tetap ingin menggunakan masker sekali pakai, Indira menyarankan agar sebaiknya masker tersebut tidak dipakai berhari-hari. "Masker sekali dipakai, besok dibuang karena dia sudah menyaring kotoran dari lingkungan kita. Diganti sebaiknya per 6 jam atau 12 jam," jelasnya.

Sementara itu, Indira menuturkan, untuk terhindar dari virus corona, menjaga dan meningkatkan imunitas menjadi hal terpenting. Jika imun seseorang kuat, penyakit atau virus apapun tidak akan masuk ke dalam tubuhnya.

Untuk menjaga imunitas itu, kata Indira perlu berolahraga secara rutin dan memakan makanan sehat, disertai dengan mengkonsumsi vitamin C.

"Minum vitamin C 2.000 mili bisa sampai 3.000 mili, tidak apa-apa bagi lambung," tukasnya.

Sumber : Bisnis.com