Hasil Penelitian, Virus Corona Covid-19 Bisa Bertahan Hidup di Udara 3 Jam

Foto ilustrasi. - Reuters
18 Maret 2020 14:47 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Para ilmuwan menemukan bahwa virus corona Covid-19 yang bisa menular lewat cairan tubuh, tidak hanya bisa bertahan di permukaan selama berjam-jam. Ternyata virus corona Covid-19 ini juga bisa bertahan hidup di udara.

Orang sehat mungkin saja tertular virus corona Covid-19 yang mematikan ini melalui udara dan menyentuh permukaan yang terkontaminasi.

Para ilmuwan menemukan bahwa virus corona baru yang dikenal sebagai SARS-CoV-2 secara medis ini bisa bertahan di udara selama 3 jam. Selain itu, virus corona Covid-19 juga bisa bertahan 4 jam di tembaga, 24 jam pada kanton dan 2-3 hari pada plastik dan besi tahan karat.

Virus corona Covid-19 yang bisa bertahan di udara selama 3 jam ini perlu diwaspadai. Temuan baru tentang corona Covid-19 di udara ini pun diterbitkan dalam The News England Journal of Medicine, yang dibuat oleh National Institutes of Health, CDC, UCLA dan Ilmuwan Universitas Princeton.

Karena itu, dilansir dari Mirror, semua orang perlu memperhatikan kesehatan dan perlindungan dirinya agar tidak tertular virus corona Covid-19.

Di Inggris, virus corona Covid-19 telah merenggut nyawa 71 orang. Jumlah korban meninggal karena virus corona Covid-19 ini pun diprediksi akan meningkat menjadi ratusan dalam beberapa minggu mendatang.

Sementara itu, Leo Vadkar, seorang politisi Gael Irlandia memuji para pekerja medis yang sudah menggunakan pakaian dan peralatan yang sesuai aturan. Mereka yang berada di garda terdepan melawan virus corona Covid-19 memang perlu memperhatikan perlindungan dirinya.

Sedangkan, perdana menteri Inggris, Boris Johnson berusaha mempertimbangkan saran ilmiah tentang virus corona Covid-19 yang bisa bertahan di udara 3 jam dan di permukaan 72 jam.

Pemerintah pun telah mendesak agar wanita hamil tidak kehilangan jatah cutinya akibat virus corona Covid-19. Juru bicara ekonomi SNP, Alison Thewliss, menyerukan agar wanita hamil mengambil cuti lebih awal sebagai tindakan perlindungan.

"Saya ingin bertanya kepada Kanselir Rishi Sunak (Sekretaris Kerja dan Pensiun Theresa Coffey) mengenai perlindungan yang diberikan pada wanita hamil sekitar hak bersalin dan cuti hamil," ujarnya.

Sumber : Suara.com