Air Mani Bercampur Darah? Ini Penyebabnya ...

llustrasi sperma - Shutterstock/Suara.com
19 Maret 2020 09:57 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Air mani bercampur darah? Wah, pasti membuat para lelaki panik. 

Dilansir laman Kliniklelaki.com mengutip Suara.com, air mani berdarah dikenal juga sebagai hematospermia. Kejadian bisa dialami oleh lelaki sejak usia pubertas, meskipun lebih umum terjadi pada lelaki berusia di atas 40 tahun.

Lalu, dari mana darah tersebut berasal? Menurut WebMD, darah berasal dari saluran mani yang mengalami peradangan, infeksi bakteri, infeksi virus, atau adanya penyakit kelamin. Selain itu, infeksi pada vesikula seminalis dan prostat juga bisa menyebabkan air mani berdarah.

Air mani berdarah bisa juga disebabkan setelah lelaki mendapatkan tindakan medis tertentu, seperti biopsi prostat. Tindakan medis terhadap kandung kemih bisa juga menyebabkan air mani berdarah.

Beberapa penyebab di atas, tentunya selain penyakit kelamin cenderung tidak serius dan dapat diatasi dengan menggunakan obat antibiotik atau anti inflamasi.

Lalu, kapan air berdarah menandakan penyakit serius yang wajib diperhatikan?

Trauma setelah cedera panggul, testis atau cedera lain bisa menyebabkan air mani berdarah. Selain itu air mani berdarah bisa juga terjadi saat Anda bercinta tatau masturbasi berlebihan. Trauma pada saluran kemih juga bisa menyebabkan uretra mengalami pendarahan, namun ini bukanlah hematospermia.

Beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan air mani berdarah antara lain:

- Hipertensi parah
- Gangguan pembekuan darah, atau masalah pada pembuluh darah. Semua struktur halus yang terlibat dalam proses ejakulasi, dari prostat hingga ke tabung jalur transportasi sperma, mengandung pembuluh darah. Kompleks pembuluh darah ini bisa rusak sehingga menimbulkan munculnya darah dalam air mani.
- Kanker termasuk kanker prostat, kanker testis, dan kanker kandung kemih. Akan tetapi, kebanyak pria dengan kanker prostat tidak akan menunjukkan gejala ini kecuali mereka pernah menjalankan biopsi prostat yang menyebabkan perdarahan.
- Seminal vesicle calculi pengendapan batuan kecil dalam vesikula seminalis
- Kondisi medis lainnya HIV, gangguan hati, leukimia, tuberkulosis, infeksi parasit, hemofilia, dan kondisi medis lainnya yang terkait dengan perdarahan dalam air mani.

Lalu, kapan harus memeriksakan diri ke dokter? Anda bisa melakukan analisa singkat dengan menghitung faktor frekuensi air mani berdarah, usia, dan faktor risiko lain.

Jika Anda berusia kurang dari 40 tahun, hanya pernah mengalami 1-2 kali kondisi air mani berdarah, dan hasil tes tidak menunjukkan Anda memiliki kondisi medis serius yang mendasarinya, Anda tidak memerlukan rujukan rumah sakit.

Namun jika Anda berusia 40 tahun atau lebih, mengalami gejala air mani berdarah yang berulang dan tidak menghilang, atau hasil tes menunjukkan adanya potensi penyebab medis lain yang mendasari kondisi Anda saat ini maka anda sebaiknya langsung berkonsultasi pada dokter ahli terkait hal ini agar menerima tindakan medis yang tepat.

Sumber : Suara.com