Bisakah Seseorang Terinfeksi Virus Corona Dua Kali?

Foto dari bentuk tiga dimensi model Virus Corona. - Reuters/ Dado Ruvic
29 Maret 2020 14:37 WIB Siti Halida Fitriati (ST 19) Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA -- Jika seseorang pernah terinfeksi virus corona kemudian pulih, bisakah ia terinfeksi untuk kedua kalinya? Para ilmuwan belum mengetahui jawabannya secara pasti.

Namun, ada beberapa kasus dari orang yang dites kemudian positif untuk kedua kalinya, tetapi datanya terlalu lemah dan tidak tersebar secara luas, dan bisa jadi ada masalah lain seperti hasil positif palsu.

Para ilmuwan dari Akademi Ilmu Kedokteran Tiongkok di Beijing, melakukan penelitian terhadap empat kera positif corona. Semua hewan itu kemudian pulih dan mengembangkan antibodi. Sistem kekebalan tubuh kera ini memproduksi protein untuk membantu melawan infeksi.

Tetapi penelitian belum dapat dijadikan bukti, sebab belum dilakukan tes pada manusia. Karena ada beberapa virus dalam keluarga virus corona yang dapat menghasilkan kekebalan jangka pendek.

Akan tetapi, menurut seorang sarjana senior Center for Health Security di John Hopkins, Amesh Adalja, mengaku percaya bahwa orang akan memiliki beberapa tingkat kekebalan setelah infeksi. "Namun, apabila terjadi infeksi berulang, tidak separah infeksi sebelumnya," katanya.

Hingga kini, para ilmuwan di berbagai institusi sedang bekerja untuk mengembangkan tes antibodi untuk manusia. Antibodi dari manusia yang dianggap benar-benar efektif untuk melawan virus bisa dilihat beberapa minggu hingga beberapa bulan ke depan setelah mereka selamat dari infeksi parah. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kepala Petugas Medis American Lung Association.

“Seberapa baik individu mengembangkan kekebalan terhadap SARS-CoV-2 hanya akan dapat dinilai dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan ke depan sebagai individu yang selamat dari infeksi parah," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa perlu menggunakan plasma dari orang yang selamat sebagai salah satu perawatan potensial terhadap penyakit Covid-19.