Pentingnya Relaksasi untuk Atasi Kecemasan saat Social Distancing

Ilustrasi cemas - Reuters
01 April 2020 11:17 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Wabah virus Corona penyebab Covid-19 yang berdampak pada banyak sektor kehidupan masyarakat tidak hanya merugikan secara materiil tetapi juga dapat berpengaruh pada kesehatan mental. Hal tersebut disampaikan pakar kejiwaan sekaligus psikolog UGM, Diana Setiyawati.

Apalagi bila kebijakan social distancing atau menjaga jarak sosial dilakukan dalam kurun waktu yang lama. Meski kebijakan tersebut dapat memutus rantai penyebaran Covid-19, hanya dengan berkegiatan di rumah di situasi yang serba tak pasti ini akan meningkatan kecemasan, kegelisahan, khawatir dan rasa frustasi.

"Reaksi lainnya yang sering terjadi yaitu marah, bosan, serta kesepian. Juga kekhawatiran untuk bisa merawat keluarga baik anak ataupun orang tua dengan baik," ungkap Diana saat dihubungi, Selasa (31/03/2020), mengutip Suara.com.

Untuk mengantisipasi gangguan mental, menurut peneliti Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM tersebut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari persoalan kesehatan mental selama social distancing atau isolasi diri di rumah. Di antaranya dengan tetap terhubung dengan orang lain seperti keluarga, teman dan saudara.

Komunikasi bisa dilakukan melalui sambungan telepon, chat, serta video call maupun media sosial (medsos) lainnya. Dengan menjaga konektivitas, maka bisa membantu menjaga kondisi mental.

Mempertahankan pikiran dan harapan positif juga sangat penting. Juga mengomunikasikan hal yang mengganggu pada orang lain yang bisa dipercaya.

"Social distancing juga harus dimaknai secara positif. Isolasi tersebut menjadi kesempatan untuk melatih keterampilan yang ingin dikuasai dan mengembangkan hobi. Manfaatkan waktu untuk beribadah dan berdoa bersama keluarga," tandasnya.

Diana menambahkan, yang tak kalah penting adalah mengedukasi diri sendiri dengan informasi yang jelas. Selain itu juga menghindari paparan informasi dari sumber yang tidak terpercaya alias hoaks.

Masyarakat yang bekerja dari rumah dapat memulai dengan menyusun rencana aktivitas sesuai dengan capaian kerja. Diantaranya dengan beraktivitas fisik seperti olahraga ringan yang dapat dilakukan di rumah.

Sementara untuk mengatasi kecemasan adalah dengan mengakui ketidakpastian yang muncul dalam diri. Lalu berusaha melakukan relaksasi dengan mengambil nafas panjang dan keluarkan.

"Tarik nafas dalam sebanyak enam kali untuk menenangkan diri. Langkah lain yang perlu dilakukan adalah lebih mendekatkan diri dengan Tuhan," imbuhnya.

Sumber : Suara.com