Ini Tanda-tanda Sistem Kekebalan Tubuh Mulai Melemah

Ilustrasi - JIBI/Harian Jogja
02 April 2020 03:47 WIB Siti Halida Fitriati (ST 19) Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Di tengah pandemi COVID-19 , banyak yang mengambil tindakan pencegahan tambahan agar tetap sehat. Seperti mencuci tangan, melakukan social distancing untuk mencegah penyebaran virus. Namun, penting juga untuk memiliki sistem kekebalan yang kuat sehingga dapat melawan kuman penyakit.

Akan tetapi, terkadang sistem kekebalan ini bisa saja melemah. Jika seseorang sering sakit, emosi yang tidak terkontrol, itu bisa jadi tanda sistem kekebalan tubuh melemah.

Berikut adalah tanda-tandanya sehingga anda bisa untuk segera menanggulangi hal tersebut.

Tingkat Stres Meningkat

Menurut sebuah laporan oleh American Psychological Association, stres jangka panjang melemahkan respons sistem kekebalan tubuh.

“Itu karena stres menurunkan limfosit tubuh, sel darah putih yang membantu melawan infeksi. Semakin rendah kadar limfosit Anda, semakin Anda berisiko terkena virus seperti flu biasa, ”jelas Nadia Hasan, seorang dokter di Delancey Internal Medicine.

Selalu Mengalami Flu

Sangat normal bagi orang dewasa terkena flu setiap dua hingga tiga kali setiap tahun. Kebanyakan orang akan sembuh kembali dalam tujuh hingga 10 hari.

"Selama waktu itu, dibutuhkan sistem kekebalan tubuh tiga hingga empat hari untuk mengembangkan antibodi dan melawan kuman jahat," kata Dr. Hasan.

Tetapi jika Anda terus-menerus terserang flu, itu pertanda jelas bahwa sistem kekebalan tubuh Anda sedang berjuang untuk mengimbangi kondisi tubuh yang sedang tidak baik.

Sering Alami Masalah Perut

Jika Anda sering mengalami diare, buang gas, atau sembelit, itu bisa menjadi tanda bahwa sistem kekebalan tubuh Anda terganggu.

Penelitian menunjukkan bahwa hampir 70 persen sistem kekebalan berada di saluran pencernaan. Bakteri dan mikroorganisme bermanfaat yang hidup di sana melindungi usus dari infeksi dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Jika bakteri baik dalam usus hanya sedikit maka dapat membuat seseorang berisiko terkena virus, seperti terjadi peradangan kronis, dan bahkan gangguan autoimun.

Luka Lambat Sembuh

Kulit akan masuk ke mode kontrol untuk mencegah kerusakan setelah seseoranf mendapatkan luka atau goresan. Tubuh akan bekerja untuk melindungi kulit dengan mengirimkan darah yang kaya nutrisi ke daerah kulit yang terluka untuk membantu meregenerasi kulit baru.

Proses penyembuhan ini tergantung pada sel-sel kekebalan yang sehat. Tetapi jika sistem kekebalan tubuh lamban, kulit tidak dapat beregenerasi. Alih-alih, luka tersebut akan bertahan lama dan sulit untuk disembuhkan.

Sering Mengalami Infeksi

American Academy of Allergy Asthma dan Immunology melaporkan bahwa tanda - tanda kemungkinan penurunan imun pada orang dewasa yaitu apabila memiliki lebih dari empat kali infeksi telinga dalam satu tahun, mengalami pneumonia dua kali selama periode satu tahun, menderita sinusitis kronis lebih dari tiga kali sinusitis bakteri dalam setahun, membutuhkan lebih dari dua jenis antibiotik dalam setahun.

Merasa Bosan Sepanjang Waktu

Jika seseorang cukup tidur dan masih merasa kelelahan, ada baiknya mempertimbangkan mungkin sistem kekebalan tubuh tengah mencoba memberi tahu sesuatu. Karena, erat kaitannya antara sistem kekebalan tubuh dengan tingkat energi seseorang.

"Itu karena tubuh Anda sedang berusaha menghemat energi untuk bahan bakar sistem kekebalan tubuh Anda untuk dapat melawan kuman," jelas Dr. Hasan.

Sumber : pennmedicine