Mana yang Lebih Baik, Sabun Antibakteri atau Sabun Biasa?

Ilustrasi mencuci tangan. - REUTERS/Mariana Bazo
04 April 2020 06:07 WIB Siti Halida Fitriati (ST 19) Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA -- Setiap orang terpapar jutaan kuman dan bakteri setiap hari. Banyak orang-orang menggunakan produk antibakteri untuk mengurangi risiko sakit atau menularkan kuman dan bakteri ke orang lain, terutama saat ini ketika Pandemi tengah merajalela. Akan tetapi, apakah sabun antibakteri benar-benar lebih efektif dalam membunuh bakteri jahat daripada sabun biasa?

Sabun antibakteri adalah produk pembersih dengan bahan antimikroba aktif yang ditambahkan. Saat ini, lebih dari 75% sabun cair yang tersedia di lorong toko-toko mengandung beberapa jenis bahan antibakteri. Meskipun triclosan adalah yang paling umum, beberapa produk antibakteri mengandung alkohol, benzalkonium klorida dan agen antibakteri lainnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) mengatakan tidak ada bukti bahwa produk sabun antimikroba membuat orang lebih sehat daripada sabun biasa.

Badan tersebut sekarang mewajibkan produsen produk antibakteri untuk membuktikan bahan kimia aman untuk penggunaan sehari-hari jangka panjang, dan membuktikan juga bahwa produk-produk kimia ini mampu menjaga orang tetap baik daripada mencuci tangan dengan sabun dan air biasa.

Di sisi lain, terlalu sering menggunakan produk antibakteri juga dapat mengurangi jumlah bakteri sehat pada kulit seseorang. Hal ini membuat antibiotik kurang efektif dalam memerangi strain bakteri baru, yang disebut superbug.

Sementara, jika mengutamakan menggunakan sabun antibakteri atau pembersih tangan dapat menyebabkan orang berpikir mereka tidak perlu mencuci tangan secara menyeluruh atau sering. Pembersih tangan yang memiliki kadar alkohol setidaknya 60 persen memang alternatif yang efektif, namun ketika seseorang tidak memiliki akses untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Sedangkan sabun biasa dirancang untuk mengurangi tegangan permukaan air dan mengangkat kotoran dan minyak dari permukaan sehingga dapat dengan mudah dibilas. Meskipun sabun biasa tidak mengandung bahan kimia antibakteri tambahan, sabun ini efektif untuk menghilangkan bakteri dan kuman lainnya.

Menurut Badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sabun antibakteri tidak lebih efektif daripada sabun dan air biasa untuk membunuh kuman penyebab penyakit. Harganya pun lebih murah dan tidak akan membunuh bakteri sehat di permukaan kulit.