Cara Mengatasi Insomia agar Tidur Lebih Mudah

Sulit tidur - boldsky.com
07 April 2020 23:27 WIB Desyinta Nuraini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Orang dewasa setidaknya membutuhkan tujuh sampai dengan sembilan jam untuk tidur dengan kualitas baik. Namun, tidak sedikit yang kesulitan terlelap.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sepertiga orang dewasa tidak cukup tidur. Sementara diketahui jika tidak cukup tidur, dapat membuat kecemasan bertambah buruk, terutama di tengah pandemi virus corona.

Mayra Mendez, seorang psikoterapis mengungkap ada beberapa cara untuk tidur nyenyak bahkan jika anda sedang cemas. Pertama, jadwalkan waktu tidur dan bangun anda setiap hari.

Sebelum tidur, anda juga bisa melakukan rutinitas dengan kegiatan menenangkan, seperti mandi atau membaca buku. Hindari gadget sebab dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa orang yang menggunakan gadget sebelum tidur, akan merasa lebih mengantuk pada pagi hari.

Kemudian kata Mendez, jangan melakukan aktivitas yang membuat stres, seperti mengelola keuangan, satu jam sebelum tidur. "Jika anda memikirkannya menjelang waktu tidur, akan memicu stres," ujarnya dikutip Bisnis dari Insider.com, Selasa (7/4/2020).

Anda juga bisa melakukan aktivitas fisik seperti olahraga di siang hari. Sebuah ulasan ilmiah pada 2017 menemukan bahwa olahraga dapat meningkatkan efisiensi dan durasi tidur terlepas dari mode dan intensitas aktivitas.

Cobalah meditasi terutama ketika anda dalam kekhawatiran, ketakutan, atau stres. Penelitian menemukan bahwa meditasi dengan mengelola pikiran dapat membantu orang dewasa untuk tidur lebih cepat.

Mendez merekomendasikan untuk mengonsumsi melatonin. Melatonin merupakan hormon alami yang bisa dikonsumsi sekitar dua jam sebelum tidur dan menyebabkan perasaan mengantuk. Meskipun belum ada bukti konklusif, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen melatonin dapat membantu mengatasi insomnia. Melatonin juga ditemukan membantu mengatasi kecemasan sebelum menjalani prosedur bedah.

Namun sebelum mengonsumsinya, lebih baik bertanya terlebih dahulu ke dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat.

Terkadang, masalah tidur dapat membuat kecemasan. Jika anda belum tertidur dalam 20 menit, bangunlah dari tempat tidur dan lakukan sesuatu yang menenangkan. "Biarkan otakmu tenang," sebut Mendez.

Kecemasan, stres, dan insomnia sangat berkaitan erat. Penelitian telah menunjukkan bahwa stres menyebabkan kurang tidur. Menurut Mendez, cukup tidur adalah bagian dari perawatan untuk mengelola kecemasan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia