Tahukah Anda? Mandi Air Dingin Dapat Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Ilustrasi. - Freepik
08 April 2020 14:17 WIB Siti Halida Fitriati (ST 19) Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA -- Banyak orang lebih suka mandi air hangat daripada mandi air dingin. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa menggunakan air dingin mungkin bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental.

Menurut meta-analisis cold water immersion research di British Journal of Sports Medicine, mandi air dingin memiliki banyak efek fisiologis pada tubuh. Seperti meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan.

Air dingin juga mampu meningkatkan metabolisme tubuh karena harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu yang stabil. Mandi air dingin memang menciptakan rasa segar pada tubuh, yang dapat mendorong seseorang untuk lebih aktif secara fisik.

Sebuah studi dalam jurnal PLoS One menemukan bahwa orang yang mandi air dingin 29% lebih kecil kemungkinannya sakit saat melakukan aktifitas fisik.

Studi ini melakukan penelitian terhadap 3.018 orang yang mandi air panas, kemudian sebagian dari mereka dianjurkan menggunakan air dingin selama 30-90 detik. Dan kelompok lainnya mandi dengan air hangat seperti biasa dan tidak menggunakan air dingin sama sekali.

Berdasarkan hasil penelitiannya, mereka yang mandi menggunakan air dingin melaporkan bahwa hari-hari mereka lebih sedikit merasa sakit. Para peneliti menyimpulkan bahwa mandi air dingin mungkin membuat penyakit seseorang terasa kurang parah, memungkinkan mereka untuk melanjutkan kegiatan sehari-hari.

Mereka tidak menemukan perbedaan antara orang-orang yang mandi air dingin selama 30, 60, atau 90 detik, rata-rata mereka memiliki kondisi yang sama. Hal Ini membuat para peneliti menyimpulkan bahwa air dingin memicu sistem kekebalan tubuh terlepas dari durasinya. Artinya, berapapun durasinya, mandi air dingin tetap ampuh memicu sistem kekebalan tubuh seseorang.

Beberapa peneliti berteori bahwa mandi air dingin juga dapat meningkatkan manfaat mood.

Sebuah artikel tua dalam jurnal Medical Hypotheses mengemukakan bahwa karena mandi air dingin mengaktifkan sistem saraf simpatik dan meningkatkan ketersediaan neurotransmiter seperti norepinefrin dan endorfin, orang mungkin lebih kecil kemungkinannya mengalami gejala depresi setelah mandi air dingin.

Air dingin biasa juga digunakan oleh para atletik untuk terapi fisik setelah melakukan kegiatan olahraga. Selain dapat meringankan tenaga panas pada tubuh, dapat juga mengurangi peradangan. Sebuah studi dalam Journal of Athletic Training menemukan bahwa mandi air dingin dapat meredakan hipertermia saat aktivitas, dibandingkan tanpa perawatan sama sekali.

Menurut sebuah artikel di North American Journal of Medical Sciences, air dingin dapat memiliki efek seperti anestesi lokal untuk menghilangkan rasa sakit.

Paparan air dingin dapat menyebabkan pembuluh darah mengerut, yang dapat membantu mengurangi pembengkakan dan edema yang menyebabkan rasa sakit. Air dingin juga dapat memperlambat kecepatan sinyal saraf melakukan impuls.

Ini dapat mengurangi kecepatan saraf mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak, yang dapat menurunkan persepsi rasa sakit seseorang.

Sumber : Medicalnewstoday