Glenn Fredly Meninggal karena Meningitis, Ketahui Penyebab Penyakit Ini

Ilustrasi virus - Freepik
09 April 2020 03:57 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Musisi Glenn Fredly meninggal dunia hari ini, Rabu (8/4/2020) sekitar pukul 18.00 WIB karena menderita penyakit radang selaput otak atau meningitis. 

kabar tersebut dibenarkan oleh kerabat Glenn Fredly kepada Suara.com. "Iya bener mas, jam enam lewat, saya juga baru dapat adek iparnya, Billy, di RS Setia Mitra Fatmawati," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (8/4/2020).

Glenn Fredly berpulang di usia 44 tahun dan meninggalkan satu orang istri dan satu orang anak.

Meningitis merupakan salah satu penyakit infeksi paling berbahaya yang ada saat ini. Dilansir laman Hello Sehat, meningitis paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang dimulai dari bagian lain pada tubuh Anda, seperti telinga, sinus, dan tenggorokan.

Agar lebih jelas, berikut penjelasan soal penyebab penyakit meningitis seperti yang dialami oleh Glenn Fredly:

1. Meningitis bakteri

Bakteri yang bisa menyebabkan meningitis antara lain: Neisseria meningitidis, Haemophilus influenzae, Streptococcus pneumoniac, Listeria monocytogenes, Escherichia coli, Klebsiella sp., dan Streptococcus grup B. Bakteri.

Bakteri ini menular melalui pernapasan dan sekresi tenggorokan seperti dahak saat batuk dan berciuman.

Dalam banyak kasus, meningitis karena bakteri muncul ketika bakteri masuk melalui aliran darah di sinus, telinga, atau tenggorokan. Bakteri kemudian berpindah ke otak melalui aliran darah.

Meningitis dapat menjadi penyakit yang sangat serius yang membutuhkan perawatan segera. Meningitis bakteri dapat mengancam jiwa atau menyebabkan kerusakan otak permanen.

2. Meningitis virus

Virus yang bisa menyebabkan meningitis antara lain: virus influenza, virus herpes simplex, virus varicella zoster, virus West Nile, virus limfositik koriomeningitis, dan virus campak.

Meningitis virus adalah kondisi yang lebih umum daripada meningitis yang disebabkan oleh bakteri. Beberapa virus dapat memicu penyakit ini, termasuk virus-virus yang menyebabkan diare.

3. Meningitis jamur

Meningitis jamur lebih jarang terjadi dibandingkan dengan kondisi yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Orang yang sehat sangat jarang terkena kondisi ini.

Kondisi ini disebabkan oleh jamur yang menginfeksi tubuh Anda dan menyebar melalui aliran darah ke otak atau saraf tulang belakang. Jamur yang paling umum menyebabkan kondisi ini adalah:

- Cryptococcus
- Blastomyces
- Histoplasma
- Coccidioides

Seseorang dengan masalah kekebalan tubuh, misalnya karena mengidap AIDS, lebih berisiko terkena radang selaput otak dalam bentuk ini.

4. Meningitis parasit

Jenis radang selaput otak ini lebih langka dari meningitis virus atau bakteri. Kondisi ini disebabkan oleh parasit yang ditemukan dalam tanah, kotoran dan beberapa hewan dan makanan, seperti siput, ikan mentah, unggas, atau produk.

Ada satu jenis meningitis parasit lebih langka daripada yang lain, yaitu meningitis eosinofilik. Tiga parasit utama yang menjadi penyebab meningitis jenis ini adalah:

- Angiostrongylus cantonensis
- Baylisascaris procyonis
- Gnathostoma spinigerum

Radang selaput otak akibat parasit tidak menular dari orang ke orang. Parasit ini menginfeksi binatang atau bersembunyi di makanan yang kemudian dimakan manusia.

Salah satu jenis radang selaput otak akibat parasit yang sangat jarang, yaitu meningitis amebic, adalah kondisi yang mengancam jiwa. Jenis ini disebabkan ketika salah satu dari beberapa jenis amoeba memasuki tubuh melalui hidung saat Anda berenang di danau, sungai, atau kolam yang terkontaminasi.

Parasit dapat menghancurkan jaringan otak dan pada akhirnya menyebabkan halusinasi, kejang, dan gejala serius lainnya.

5. Meningitis non-infeksi

Meningitis jenis ini adalah yang tidak disebabkan oleh infeksi. Jenis ini disebabkan oleh kondisi atau perawatan medis lainnya. Ini termasuk:

- Lupus
- Cedera kepala
- Operasi otak
- Kanker
- Pengobatan tertentu

Sumber : Suara.com