Selain Cuci Tangan, Disarankan Potong Kuku Agar Terhindar dari Virus

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
10 April 2020 18:17 WIB Siti Halida Fitriati (ST 19) Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Ketika pandemi virus corona terus berdampak pada masyarakat di seluruh dunia, para ahli memberi nasihat kepada orang-orang tentang cara terbaik untuk menjalani rutinitas pribadi mereka, termasuk tetap aman saat berbelanja bahan makanan, membersihkan produk dari supermarket, dan melakukan jarak sosial.

Salah satu saran terbaru yang telah mendapatkan daya tarik dalam sebuah postingan di Facebook dari seorang perawat Australia, agar orang-orang menjaga kuku mereka tetap pendek untuk membantu mencegah penyebaran virus corona.

Seorang dokter pengobatan penyakit dalam dan gaya hidup, dan juga editor WebMD yang bertanggung jawab untuk memastikan keakuratan informasi kesehatan, Neha Pathak, merinci bagaimana orang harus merawat kuku mereka selama wabah virus corona.

Pathak mengatakan bahwa kuku dapat menyembunyikan kuman, tetapi karena virus corona masih dipelajari, belum diketahui secara pasti berapa lama virus ini dapat hidup pada kuku dan kulit.

Karena itu, Pathak menjelaskan, kuku tentu saja bisa mengandung kuman, dan mungkin saja dapat menyebabkan penyebaran virus.

"Kuku benar-benar dapat menampung kuman dan memungkinkan penyebaran. Kita belum tahu berapa lama virus corona baru dapat hidup di kulit dan kuku kita, tetapi tentu saja cukup lama untuk memungkinkan penyebaran jika kita tidak membersihkan tangan dan kuku dengan benar," kata Pathak, dikutip pada Jumat (10/4/2020).

Pathak merekomendasikan agar orang-orang memotong kuku dengan panjang tidak melebihi bagian atas ujung jari. Hal tersebut didasarkan atas rujukan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) terkhusus untuk pekerja rumah sakit agar kuku mereka dipangkas.

"CDC sebenarnya merekomendasikan agar [penyedia layanan kesehatan] tidak membiarkan kuku mereka lama [memanjang] atau menggunakan kuku buatan, karena kuman dapat hidup di celah, bahkan setelah mencuci tangan," kata Pathak.

Kuman dan virus juga dapat bersembunyi di celah-celah cat kuku yang terkelupas. Sehingga, Pathak juga merekomendasikan agar orang menghilangkan cat kuku yang terkelupas dari kuku.

Pathak menambahkan bahwa metode cuci tangan yang optimal, yaitu menggunakan sabun dan air dengan menggosok selama 20 detik di sekitar jari, ibu jari, pergelangan tangan, dan di bawah kuku, adalah solusi terbaik untuk mencegah penyebaran virus corona, dan virus lain pada umumnya.

Karena para ahli telah mendesak orang untuk tidak melakukan perawatan kuku, rambut, dan kecantikan lainnya, di salon untuk sementara waktu. Ada banyak cara mudah untuk merawat kuku di rumah.

Misalnya, untuk menghilangkan cat kuku yang terkelupas hanya membutuhkan beberapa produk dasar, seperti aseton, kapas, aluminium, dan kikir kuku.

Membersihkan gunting kuku dan alat-alat lain juga dapat membantu mencegah infeksi.

"Anda dapat mendisinfeksi alat kuku dengan semprotan disinfektan," kata Pathak.

Orang juga harus menghindari menggigit kuku mereka, terutama di tengah pandemi. Hal ini juga sesuai dengan yang disarankan oleh CDC agar setiap orang menjaga kuku tetap pendek dan menghindari untuk menggigit kuku.

Untuk membantu mencegah penyebaran kuman dan infeksi kuku, CDC merekomendasikan untuk menjaga kuku tetap pendek dan sering memangkasnya, serta menggosok bagian bawah kuku dengan sabun dan air atau bisa juga dengan sikat kuku setiap kali tangan dicuci.