Begini Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak Selama Pandemi

Ilustrasi. - Freepik
14 April 2020 09:27 WIB Siti Halida Fitriati (ST 19) Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA -- Selain menjaga anak-anak aman secara fisik selama pandemi Covid-19, penting juga untuk menjaga kesehatan emosional mereka. Berikut ini beberapa rekomendasi dari Trends Child untuk para orangtua agar kondisi emosional anak tetap stabil selama menjalankan aktivitas di rumah.

Pahami bahwa reaksi terhadap pandemi dapat bervariasi

Respons anak-anak terhadap peristiwa-peristiwa yang membuat stres itu unik dan beragam. Beberapa anak mungkin mudah tersinggung, mengalami kemunduran, membutuhkan perhatian ekstra, atau mengalami kesulitan terkait pola tidur, dan makan. Perilaku anak yang berbeda dari biasanya adalah respons alami, dan orang dewasa dapat membantu dengan menunjukkan empati dan kesabaran, serta tenang dalam menghadapi kondisi anak.

Pastikan memiliki pengasuh yang sensitif dan responsif

Faktor utama dalam pemulihan dari peristiwa traumatis anak adalah adanya orang dewasa yang suportif dan peduli terhadap kehidupan seorang anak. Bahkan ketika orangtua tidak hadir, anak-anak dapat memperoleh manfaat besar dari perawatan yang diberikan oleh orang dewasa lain misalnya, orang tua asuh, kerabat, teman yang dapat membantu dan melindungi mereka dari efek berbahaya pandemi.

Melakukan jarak sosial bukan berarti isolasi sosial

Anak-anak membutuhkan waktu yang berkualitas bersama orangtua, atau pengasuh mereka, teman, dan orang-orang penting lainnya dalam kehidupan mereka. Keterhubungan sosial meningkatkan peluang anak-anak untuk menunjukkan ketahanan terhadap kesulitan. Biarkan anak-anak tetap terhubung dengan orang-orang terdekat mereka, misalnya dengan menulis surat, obrolan video.

Berikan informasi sesuai dengan usia

Anak-anak cenderung mengandalkan imajinasi mereka ketika mereka kekurangan informasi yang memadai. Keputusan orang dewasa untuk menahan informasi biasanya lebih membuat stres bagi anak-anak daripada mengatakan yang sebenarnya dengan cara yang sesuai usia. Orang dewasa seharusnya menjadi tempat bagi anak-anak untuk bertanya dan berbicara tentang kondisi yang tengah mereka alami.

Orangtua bisa memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh informasi dengan mengakses buku, situs web, dan kegiatan lain terkait Covid-19 yang menyajikan informasi dengan cara yang ramah anak. Hindari akses ke berita dan media sosial tentang pandemi terkait percakapan yang konstan membahas tentang ancaman terhadap keselamatan publik akibat pandemi, karena dapat menyebabkan tekanan bagi anak-anak.

Ciptakan lingkungan fisik dan emosional yang aman

Pertama, orang dewasa harus meyakinkan anak-anak tentang keselamatan mereka dan keselamatan orang-orang yang dicintai, dan memberi tahu mereka bahwa tugas orang dewasa adalah memastikan keselamatan mereka. Kedua, orang dewasa harus menjaga rutinitas untuk memberi anak-anak rasa aman, misalnya dengan tetap melakukan rutinitas seperti jam tidur dan makan yang teratur, dan membuat jadwal harian untuk belajar dan bermain.

Dan ketiga, orang dewasa harus mendukung perkembangan anak. Ketika anak-anak stres, tubuh mereka merespons dengan mengaktifkan sistem respons stres mereka. Untuk membantu mereka mengelola reaksi-reaksi ini, penting untuk meyakinkan perasaan mereka misalnya, dengan berkata kepada mereka "Saya tahu bahwa ini mungkin terasa menakutkan atau berlebihan, tapi jangan cemas" hal ini dilakukan untuk meyakinkan perasaan mereka bahwa yang dirasakan adalah hal yang wajar dan mereka tidak perlu khawatir.

Selain itu, penting bagi kesejahteraan emosional dan fisik anak-anak untuk memastikan bahwa keluarga dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka seperti kebutuhan makanan, tempat tinggal, pakaian.

Buat anak-anak menjadi sibuk

Ketika anak-anak bosan, tingkat kecemasan dan perilaku mengganggu mereka dapat meningkat. Orang dewasa dapat memberikan opsi untuk kegiatan yang aman misalnya, bermain di halaman rumah, bermain balok, membuat model tanah liat, seni, musik, dan bermain game sederhana, serta selalu libatkan anak untuk bertukar pikiran tentang ide kreatif lainnya. Anak-anak membutuhkan banyak waktu untuk bermain dan belajar pengalaman lainnya yang menyenangkan tanpa khawatir akan pandemi.

Tingkatkan self-efficacy anak

Self-efficacy adalah perasaan memiliki hak pilihan atau kendali. Anak-anak sering merasa lebih memegang kendali ketika mereka dapat memainkan peran aktif dalam membantu diri mereka sendiri, keluarga mereka, dan kelompok mereka. Misalnya, anak-anak dapat membantu dengan mengikuti pedoman keselamatan seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan selama karantina di rumah, atau menjadi sukarelawan di masyarakat misalnya, menulis surat atau membuat karya seni untuk teman yang sedang sakit, dan berbagi persediaan makanan dengan tetangga.

Cari bantuan profesional jika anak-anak menunjukkan tanda-tanda trauma yang tidak dapat diselesaikan orangtua

Perubahan emosi dan perilaku pada anak-anak terjadi selama pandemi, karena setiap orang menyesuaikan diri dengan situasi baru dan ini normal. Jika anak-anak menunjukkan pola kekhawatiran emosional atau perilaku yang berkelanjutan misalnya, mimpi buruk, rasa cemas yang berlebihan, bertindak di luar kendali seperti melakukan serangan kepada orang lain atau melukai diri sendiri, dan hal ini tidak dapat diselesaikan dengan dukungan dari orangtua atau orang-orang terdekat. Maka bantuan profesional mungkin diperlukan. Banyak penyedia kesehatan mental menyediakan layanan melalui "telehealth" yaitu terapi yang disediakan melalui telepon atau platform online ketika kontak sosial secara langsung harus dibatasi.

Tekankan kekuatan, harapan, dan berpikir positif

Anak-anak perlu merasa aman, dan selalu positif tentang masa kini dan masa depan mereka. Orang dewasa dapat membantu dengan memusatkan perhatian anak-anak pada cerita tentang bagaimana orang-orang terus berusaha keras, melakukan hal-hal kreatif untuk menemukan solusi dalam mengatasi kesulitan selama pandemi. Berbicara tentang kisah-kisah ini sama-sama dapat menyembuhkan, meyakinkan anak-anak dan orang dewasa.

Sumber : Childtrends