Mahasiswa UNY Kembangkan Salep Anti Bau Kaki Berbahan Kulit Salak

Foto ilustrasi. - Freepik
16 April 2020 03:17 WIB Lajeng Padmaratri Lifestyle Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Tim mahasiswa dari Fakultas Matematika dan IPA (MIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengembangkan salep dari bahan alam untuk mengatasi permasalahan bau kaki. Hal ini lantaran permasalahan ini sering ditemui masyarakat di kawasan tropis.

Ketiga mahasiswa itu ialah Aditia Pramudia Sunandar dan Rahmanisa Laila Fitri dari Prodi Pendidikan Biologi serta Asmi Aris dari Prodi Pendidikan Kimia. Mereka memanfaatkan kulit buah salak yang umumnya tidak digunakan lagi, untuk membuat salep ini.

Menurut Aditia, kulit buah salak punya kandungan senyawa yang berguna sebagai antibakteri. "Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa daging dan kulit buah salak mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid," kata Aditia pada Rabu (15/4/2020).

Dari hasil penelitiannya, senyawa flavonoid berperan sebagai anti bakteri, anti radang, dan anti alergi. Menurutnya, flavonoid menunjukkan toksisitas [kemungkinan beracun atau menyebabkan sakit] yang rendah pada mamalia, sehingga beberapa flavonoid digunakan sebagai obat bagi manusia. Senyawa ini juga dapat menurunkan kadar gula darah.

Lebih lanjut, Adita menjelaskan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kulit salak yang mengandung flavonoid dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan jamur pada kulit. "Flavonoid ini membantu merusak spora-spora yang ada di jamur," terangnya.

Pembuatan salep ini juga mengandung berbagai bahan lain yang berfungsi sebagai pelembab dan ada zat yang menyerap air. "Ini supaya kaki tetap lembab, tidak terlalu basah atau terlalu kering," kata Adita.

Asmi menambahkan, salep kulit salak ini juga mampu mencegah pertumbuhan bakteri Staphylococcus Epidermidis penyebab bau pada kaki. Penelitian yang dilakukan di Laboratorium Kimia dan Laboratorium Mikrobiologi ini berhasil meraih dana penelitian dari Fakultas MIPA UNY.