Sering Berada di Rumah Bisa Sebabkan Alergi, Kenali Penyebabnya

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
16 April 2020 07:47 WIB Siti Halida Fitriati (ST 19) Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA -- Rumah seharusnya menjadi oasis yang nyaman, tetapi bagi orang yang alergi debu, rumah dapat memicu gejala yang tidak nyaman. Anehnya, gejala alergi sering memburuk setelah menyedot debu, menyapu, dan membersihkan debu. Sebab, proses pembersihan dapat membangkitkan partikel debu, membuatnya lebih mudah untuk terhirup.

Orang dengan alergi tungau debu sering paling menderita di dalam rumah mereka atau di rumah orang lain. Tungau debu adalah organisme kecil yang nyaris tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Mereka hidup pada debu rumah dan semakin aktif pada kondisi udara yang lembab.

Tungau debu adalah salah satu alergen dalam ruangan yang paling umum. Alergen adalah zat asing bagi tubuh dan dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang tertentu, serta gejala ini dapat muncul sepanjang tahun. Gejala alergi debu bermacam-macam, seperti bersin, hidung meler dan terasa pengap, mata merah, gatal hingga berlinang air mata, batuk, dan sesak napas.

Tungau yang menjadi salah satu komponen debu rumah dapat menyebabkan rhinitis alergi, yaitu alergi yang menyebabkan peradangan pada rongga hidung. Tungau debu juga dapat memicu asma dan menyebabkan eksim kambuh, yaitu kelainan kulit dengan ciri peradangan atau bengkak, kemerahan, dan rasa gatal

Selain itu, alergi debu tidak hanya dipicu oleh tungau debu akan tetapi bisa juga disebabkan oleh kecoa, spora jamur, serbuk sari, rambut, bulu, atau bulu hewan peliharaan.

Tungau debu

Tungau debu kadang-kadang disebut tungau tidur, penyebab alergi paling umum dari debu rumah. Tungau debu hidup dan berkembang biak dengan mudah di tempat yang hangat tapi lembab. Mereka lebih suka pada suhu di atas 70 derajat Fahrenheit dengan kelembaban 75 hingga 80 persen. Mereka mati ketika kelembaban turun di bawah 50 persen, dan biasanya tidak ditemukan di daerah beriklim kering.

Partikel tungau debu sering ditemukan di bantal, kasur, karpet, dan furnitur berlapis kain. Tungau debu adalah penyebab umum asma pada anak-anak .

Rumah tidak perlu terlihat kotor untuk memicu reaksi alergi tungau debu. Partikel-partikelnya terlalu kecil untuk dilihat dan seringkali tidak dapat dihilangkan dengan menggunakan prosedur pembersihan normal. Faktanya, pembersihan yang giat dapat membuat gejala alergi seseorang bertambah buruk.

Kecoa

Kecoa hidup di semua jenis bangunan dan lingkungan. Beberapa orang mengalami gejala alergi ketika mereka berada di sekitar kecoa. Partikel kecil dari kecoa adalah komponen umum dari debu rumah.

Spora jamur

Jamur memiliki spora dan spora ini kemudian melayang di udara, ketika orang dengan alergi jamur menghirup spora, mereka akan terkena gejala alergi. Ada banyak jenis jamur, beberapa dapat dilihat dan yang lain tidak.

Jamur hidup di mana-mana, di atas kayu gelondongan, dedaunan yang jatuh, dan di tempat-tempat lembab seperti kamar mandi dan dapur. Spora jamur adalah komponen umum dari debu rumah, dan mungkin merupakan penyebab sebenarnya dari alergi debu.

Serbuk sari

Serbuk sari berasal dari pohon, rumput, bunga, dan gulma. Orang bisa alergi terhadap berbagai jenis serbuk sari. Misalnya, beberapa orang alergi terhadap serbuk sari dari hanya pohon beech, yang lain alergi terhadap serbuk sari hanya dari jenis rumput tertentu. Serbuk sari juga bagian dari komponen umum debu rumah dan bagian dari penyebab alergi debu.

Rambut, dan bulu binatang

Hewan peliharaan dapat menyebabkan masalah bagi pasien alergi dengan beberapa cara. Kulit hewan (serpihan kulit), air liur, dan urin dapat menyebabkan reaksi alergi, terutama bila terkontaminasi dengan debu rumah tangga. Contohnya seperti burung, bulu dan kotoran burung juga dapat tercampur dalam debu rumah tangga dan menyebabkan masalah bagi orang yang alergi terhadap burung. Bulu kucing juga dapat menyebabkan alergi bagi orang tertentu.

Adapaun cara manajemen dan melakukan perawatan rumah agar terhindar dari alergi dapat dilakukan dengan beberapa cara. Lepaskan karpet, gorden, dan tirai dari dinding terutama di kamar tidur. Jauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur, dan sebaiknya hewan peliharaan berada di luar rumah. Minimalkan kelembaban rumah, karena tempat yang lembab merupakan lokasi yang nyaman bagi beberapa jenis alergen. Jaga kelembaban relatif di rumah Anda kurang dari 50 persen. Bisa juga gunakan case anti tungau di kasur dan bantal. Sering-seringlah mencuci seprai dengan air panas. Jangan lupa kenakan masker saat membersihkan rumah.

Sumber : Acaai