Ada Pandemi Corona, Begini Cata Menjaga Anak yang Mengidap Asma

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
20 April 2020 13:07 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Manusia di seluruh dunia sedang berperang melawan Virus corona atau Covid-19. Infeksi virus ini utamanya menyerang saluran pernapasan. Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan sebelumnya, tentu memiliki risiko yang lebih tinggi terkena virus ini. Termasuk juga para pengidap asma. Lalu bagaimana jika pengidapnya adalah anak-anak?

Dipaparkan oleh dr. Arifianto, SpA dari RSUD Pasar Rebo dalam Talkshow Online Covid-19 pada Anak, Minggu (19/4/2020), anak-anak pengidap asma adalah pasien yang sudah terdiagnosis sebelumnya dan sudah diberikan pengobatan.

Untuk menjaga mereka yang sudah terdiagnosis asma sebelumnya agar tidak mudah terpapar Covid-19 adalah memastikan memiliki persediaan obat dan pengobatan yang sesuai dengan kriterianya.

Menurut dr. Apin, sapaannya, pengobatan asma memiliki dua kategori. Yakni kategori intermiten atau pemberian obat hanya pada saat serangan terjadi, atau persisten, pemberian obat yang diberikan terus-menerus walau tidak ada serangan.

Pengobatan asma pada anak dan dewasa sama-sama menggunakan obat hirup atau inhaler.

Terlebih kini saat ramainya virus corona yang menular dari droplet, tindakan pengobatan menggunakan nebulizer pada anak dikurangi untuk mengurangi kemungkinan terlepasnya virus tersebut melalui proses aerosolisasi menjadi airborne atau ke udara.

"Di luar dugaan anak ini adalah carrier Covid-19 maka harusnya droplet jadi airborne, maka bisa membawa virus ke sekitarnya," jelasnya.

Menyoal inhaler, bagi anak-anak yang belum bisa melakukan proses penghirupan sendiri disarankan menggunakan bantuan alat bernama spacer yang berbentuk tabung. Efek penggunaannya sama seperti nebulizer namun mengurangi risiko terjadinya aeorosolisasi.

Kasus Covid-19 pada anak-anak memang cenderung lebih kecil dibandingkan dengan orang dewasa, walaupun kasus meninggal karena Covid-19 memang ada, tapi di semua negara termasuk Indonesia angkanya masih terhitung rendah.

Sumber : Suara.com