Ini 2 Hal Penting Agar Imun Tetap Terjaga saat Berpuasa

Ilustrasi puasa - Istimewa
29 April 2020 04:47 WIB Gloria Fransisca Katharina Lawi Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Manusia masih menghadapi ancaman pandemi Corona yang kasusnya terus meluas dan belum menunjukkan penurunan. Pada Bulan Ramadan 2020 ini banyak masyarakat yang khawatir akan imunitas tubuh yang menurun sehingga risiko terpapar Covid-19 lebih besar.

Menurut dr. Hj. Vivien Maryam, Sp. PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Tangerang terdapat beberapa prinsip puasa yang perlu diketahui bersama.

Pertama, puasa hanya "menggeser" jam makan dan minum. Jadi, kebutuhan makan dan minum selama puasa harus terbayar pada waktu kita tidak berpuasa.

Prinsip kedua dalam keadaan puasa yaitu kita butuh asupan gizi, nutrisi, dan cairan yang seimbang selama menjalani ibadah puasa.

Oleh sebab itu, dia menyebut, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir akan imunitas tubuh yang menurun ketika puasa di tengah Covid-19 ini.

Menurut Vivien, proses puasa adalah proses mengistirahatkan organ terutama organ pencernaan dan regenerasi sel yang dapat meningkatkan imunitas tubuh untuk pertahanan tubuh terhadap berbagai jenis virus atau kuman penyakit.

Ketika berpuasa, kita dilarang makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Selama kurun waktu tersebut, sistem pencernaan diistirahatkan dan sel-sel tubuh mengalami regenerasi.

“Saat puasa, sistem pencernaan yang sebelumnya bekerja terus menerus selama 11 bulan akan  beristirahat. Pada waktu istirahat tersebut, sel-sel tubuh akan memperbaiki diri,” ujar Vivien, Selasa (28/4/2020).

Pada saat berpuasa, hematopoietik atau proses pembentukan komponen sel darah, akan bekerja dengan cara mengeluarkan sel-sel imunitas tubuh lebih baik seperti sel limfosit T dan sel limfosit B untuk pertahanan tubuh. Sel limfosit T dan sel limfosit B tersebut dapat menghasilkan antibodi untuk melawan berbagai virus atau kuman yang masuk.

Dia pun menambahkan, jika berbicara keterkaitan Covid-19 dengan kondisi tubuh saat puasa sebenarnya kembali ke faktor imunitas tubuh dan pekerjaan seseorang.

Seseorang akan lebih berpotensi terinfeksi Covid-19 jika memiliki komorbid seperti diabetes, asma, penyakit autoimun, atau penyakit lain yang mengharuskan seseorang untuk mengkonsumsi obat penekan imun.

Selain itu, potensi terinfeksi juga dihadapi oleh tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan di rumah sakit terutama yang merawat pasien Covid-19.

“Hal yang penting adalah jaga imunitas tubuh dengan cara makan bernutrisi tinggi, banyak minum, dan istirahat yang cukup. Selama daya tahan tubuh kuat, maka tubuh dapat melawan berbagai macam virus atau kuman. Asupan gizi selama puasa juga harus seimbang,” ujarnya.

Sumber : Bisnis.com