Suhu Panas Tidak Menghambat Virus Corona, Begini Saran Peneliti

Ilustrasi. - Freepik
09 Mei 2020 11:37 WIB Newswire Lifestyle Share :


Harianjogja.com, JOGJA - Peneliti dari Kanada menyebutkan suhu panas tidak akan menghambat penyebaran virus corona. Kesimpulan itu berdasarkan penyebaran Covid-19 di seluruh dunia pada akhir Maret di wilayah dengan kelembapan, garis lintang, dan ukuran kesehatan masyarakat yang berbeda.

Dr Peter Juni dari University of Toronto mengatakan dalam siaran pers bahwa timnya menemukan sedikit atau bahkan tidak ada hubungan sama sekali antara penyebaran infeksi dan suhu atau garis lintang. Tetapi ada hubungan lemah dengan kelembapan.

"Kami telah melakukan studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa baik garis lintang dan suhu dapat berperan. Tetapi ketika kami mengulangi penelitian di bawah kondisi yang lebih ketat, kami mendapat hasil sebaliknya," jelas Dr. Juni, dikutip dari Independent.

Ia menambahkan, penutupan sekolah dan langkah-langkah perlindungan kesehatan masyarakat, seperti physical distancing atau jarak fisik, telah menjadi pembatasan efektif bagi penyebaran virus corona.

"Hasil kami memiliki relevansi langsung karena banyak negara, dan beberapa provinsi dan wilayah Kanada, sedang mempertimbangkan untuk mengurangi atau menghilangkan intervensi kesehatan masyarakat ini," sambungnya.

"Musim kemungkinan hanya memainkan peran kecil dalam epidemiologi Covid-19," lanjutnya.

Di sisi lain, banyak negara mulai melonggarkan ketentuan lockdown. Bahkan di Indonesia sendiri, pemerintah telah membolehkan transportasi beroperasi kembali.

"Musim panas tidak akan membuat wabah pergi. Sangat penting orang tahu itu. Di sisi lain, semakin banyak intervensi kesehatan masyarakat di suatu daerah, semakin besar dampaknya pada memperlambat pertumbuhan epidemi (virus corona)," kata Profesor Dionne Gesink, seorang ahli epidemiologi dari University of Toronto dan rekan penulis penelitian.

Sumber : Suara.com