Infeksi Virus Corona Berisiko Ganggu Tumbuh Kembang Anak, Ini Cara Mengatasinya

Virus dapat mengganggu tumbuh kembang anak - Reuters
12 Mei 2020 08:47 WIB Dewi Andriani Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Infeksi virus pada anak, seperti virus Corona (Covid-19) maupun yang lain, berisiko terhadap tumbuh kembang anak. Dampak proses infeksi pada tumbuh kembang anak sifatnya jangka panjang.

Dokter ahli tumbuh kembang anak dr. Ahmad Suryawan, SpA (K) mengatakan infeksi Covid-19 pada anak di bawah enam tahun, dapat mengganggu tumbuh kembang dasar, yakni kemampuan motorik, kemampuan bicara bahasa, dan kemampuan personal kemandirian. Sementara pada anak usia di atas enam tahun, proses infeksi pada usia awal, dapat mengganggu tumbuh kembangnya dalam aspek perilaku dan kecerdasannya.

Selain infeksi secara langsung, Covid-19 yang penyebarannya terbilang sangat massif ini juga dapat mengganggu tumbuh kembang anak secara tidak langsung, terutama dengan adanya pembatasan sosial yang mengharuskan anak-anak belajar dari di rumah.

Termasuk, mengganggu pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan tumbuh kembang, dan jadwal pemberian imunisasi. Padahal, pemberian imunisasi dan lain-lainnya tetap harus diberikan, meski pada masa pandemi dan PSBB seperti ini.

"Pada anak-anak, meningkatkan daya tahan tubuh bukan hanya agar mencegah virus itu tidak masuk, tetapi daya tahan tubuh juga harus bisa digunakan untuk menimbulkan energi yang dipakai untuk perkembangan otaknya," ujar dokter yang biasa disapa dr. Wawan ini.

Dengan demikian, mengamankan daya tahan tubuh selama masa physical distancing itu, mencakup tiga hal. Pertama, mengatur pola aktivitas fisik tergantung usia. Kedua, mengatur aktivitas tidur. Ketiga, yang paling penting adalah mengatur pola pemberian nutrisi sebagai upaya dasar yang harus dilakukan orangtua selama fase physical distancing atau mandiri di rumah.

Sementara itu, Inggrid Tania, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) mengatakan anak-anak bisa mendapatkan nutrisi berupa cucurmin atau ekstrak temulawak yang bisa didapatkan di dalam multivitamin.

“Curcumin dalam multivitamin ini bersifat sinergis. Artinya, selain ada sifat immunomodulator, Curcumin memberikan manfaat lain bagi anak-anak, misalnya, memperbaiki nafsu makan, dan bisa membantu pertumbuhan juga,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa saat ini hampir tidak ada kontra indikasi konsumsi cucurmin, pada anak-anak. "Kalau Covid-19 kan infeksi virus. Karena infeksi virus ini sifatnya self limiting deases, jadi sangat tergantung pada sistem imun kita,” katanya.

Sumber : Bisnis.com