Hasil Survei, Pandemi Virus Corona Bikin Masyarakat Rajin Menabung

Ilustrasi menabung - Istimewa
15 Mei 2020 08:37 WIB Rezha Hadyan Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Masyarakat Indonesia sedang menghadapi pandemi Corona (Covid-19). Pandemi ini membuat perubahan perilaku masyarakat Indonesia, terutama kaum milenial yang melek digital berubah.

Alih-alih berbelanja lebih banyak di bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri mereka memilih untuk menabung lebih banyak dari biasanya.

Survei bertajuk Jenius Study: Indonesian Digital Savvy Behavior During Ramadan 2020 menunjukkan 76 persen dari 468 responden memilih untuk menabung lebih banyak dari biasanya.

Kemudian survei yang dilakukan terhadap nasabah BTPN Jenius sepanjang April-Mei 2020 itu juga menyebut 71 persen menghabiskan uangnya untuk belanja daring, 69 persen membayar tagihan, 55 persen membayar dan mengirim makanan, serta 52 persen mengisi saldo dompet digital.

“Sekitar 76 persen responden mengaku sering saving atau menabung. Jumlah pengeluaran berkurang, transaksi menabung lebih besar. Sisanya ada yang berbelanja secara online dan membayar tagihan,” kata Digital Banking Head Bank BTPN, Irwan Tisnabudi.

Irwan menjelaskan hal tersebut tidak terlepas dari kondisi ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. Banyak orang yang sebelumnya gemar berbelanja atau menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang sadar akan pentingnya tabungan untuk dana darurat.

“Orang-orang sadar menabung untuk menyiapkan krisis di masa depan yang mungkin lebih tinggi. Mereka menabung untuk dana darurat,” ungkap Irwan.

Lebih lanjut, Irwan mengungkapkan kesadaran tersebut juga diikuti oleh sejumlah perubahan perilaku yang meliputi menjalani Ramadan di rumah (66 persen), membatalkan rencana bersama keluarga dan teman (23 persen), dampak ekonomi (8 persen), dan tidak keluar rumah (4 persen).

Adapun, aktivitas yang paling sering dilakukan saat Ramadan kali ini adalah beribadah di rumah (78 persen), menonton film (71 persen), video call dengan keluarga & kerabat (56 persen), memesan makanan dengan layanan pesan antar (46 persen), dan berdonasi (18 persen).

Kemudian untuk merayakan Idul Fitri tahun ini rencana masyarakat sedikit berbeda, lima kegiatan yang akan dilakukan ketika Idul Fitri antara lain tetap di rumah bersama keluarga (92 persen), beribadah di rumah (57 persen), menonton film bersama (46 persen), membeli makanan dengan layanan pesan antar (38 persen), dan berbelanja daring (8 persen) .

"Tiga aktivitas yang akan dilakukan ketika tidak menjalani tradisi mudik adalah video call dengan keluarga dan kerabat (51persen), menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah (42 persen), dan mengunjungi tetangga terdekat (5 persen)," tutup Irwan.

Sumber : Bisnis.com