Begini Cara Memahami Anak Berkebutuhan Khusus saat Pandemi

Ilustrasi anak - Reuters
16 Mei 2020 12:07 WIB Gloria Fransisca Katharina Lawi Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Belajar dari rumah akibat pandemi Covid-19 bisa jadi tantangan tersendiri bagi para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus atau ABK.

Menurut UNICEF, Sabtu (16/5/2020), dikutip dari Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com, ada beberapa hal yang harus diperhatikan guna menjamin kelancaran anak berkebutuhan khusus (ABK) bisa belajar di rumah dengan optimal dan berkualitas.

Pertama, penting memberikan pemahaman bagi anak terkait kondisi saat ini. Meski begitu, orang tua wajib membina komunikasi yang akurat dan tidak menimbulkan kepanikan. orang tua wajib mengomunikasikan pola penanganan Covid-19 yang ideal dan tepat sasaran, misalnya, pentingnya rajin mencuci tangan, serta alasan belajar dari rumah.

Kedua, pentingnya orang tua untuk tetap bersikap positif untuk membangun optimisme bagi anak. orang tua kini tertantang dalam mengoreksi pola komunikasi dalam mengasuh ABK. Misalnya, fokus pada upaya menjaga suasana hati anak, menjaga nada suara, dan fokus mengupayakan penghargaan ketika anak selesai melakukan tugasnya.

Ketiga, pentingnya membuat jadwal belajar dengan anak dan juga guru pendamping secara daring. orang tua perlu mencantumkan waktu untuk kegiatan terarah dan kegiatan santai. Kualitas belajar ABK dalam suasana pandemi tak hanya tergantung dari tenaga pendamping tetapi juga optimalisasi teknologi.

Misalnya, bagi anak dengan gangguan penglihatan maka penting bagi tenaga pengajar dan orang tua menjamin audio yang memadai proses belajar anak. Sebaliknya, bagi anak dengan gangguan pendengaran penting menjamin ketersediaan materi belajar berupa video dan teks yang mudah dicerna oleh anak.

Jadwal membantu anak merasa lebih aman dan tenang. Jika dilibatkan, anak lebih mungkin akan mengikuti jadwal dengan baik. Masukkan jadwal berolah raga setiap hari. Olah raga membantu meredakan stres dan menyalurkan energi anak.

Keempat, orang tua perlu mengatasi perilaku anak yang cenderung muncul dalam pembelajaran di rumah. Masa pandemi ini juga mengajak orang tua dan tenaga pendamping belajar ABK mulai menerapkan disiplin dalam belajar.

Menurut Psikolog Anak Tari Sandjojo belajar dari rumah yang paling menantang adalah mendidik anak berkebutuhan khusus. Apalagi jika pada saat bersamaan, orang tua masih harus melakoni bekerja dari rumah alias work from home.

Meski demikian secara umum ABK membuat orang tua akan memiliki komitmen ekstra terlibat dalam pendidikan anak. Dia memperkirakan komitmen ini bahkan bisa lebih besar dari orang tua anak non-ABK.

“Jadi memang sebagian ada yang sudah hands-on dengan program terapi anaknya, bahkan ada yang sudah melakukannya sendiri di rumah, meski demikian kalau selama ini sudah punya alat belajar dari rumah cenderung tidak terlalu rumit prosesnya,” ungkap Tari kepada Bisnis.com, Kamis (14/5/2020).

Tari menilai, beberapa problem yang muncul misalnya jika ABK kebetulan harus terapi ke luar, karena orang tua bekerja dan di sekolah selama ini mengandalkan shadow teacher. Kondisi inilah yang menimbulkan tantangan sehingga membutuhkan fine tuning alias pemetaan masalah dan kebutuhan antara kedua orang tua. Apalagi, dampak tidak terapi bagi setiap ABK juga berbeda-beda

Kondisi yang memungkinkan proses belajar tak seideal di sekolah membutuhkan pula kesadaran orang tua untuk jangan menekan diri sendiri hingga mengganggu kesehatan pribadi. Tari menegaskan, pentingnya komunikasi dengan sekolah dan tenaga pendidik ABK, khususnya dalam merumuskan prioritas pembelajaran, rencana pembelajaran, dan strategi mengejar ketertinggalan materi saat sudah bisa kembali ke sekolah.

“Kondisi yang bisa terprediksi ini akhirnya justru tak perlu membuat perencanaan jangka panjang. Perencaan mingguan bagi ABK sudah paling optimal. Hal ini karena berdinamika dengan anak ABK itu tak terduga, sangat unik, pada setiap situasi dan kapanpun,” ujarnya.

Tari menambahkan, pentingnya jadwal anak ABK tak terlalu padat selama belajar di rumah. Harus ada waktu-waktu bermain, istirahat, yang bisa dia nikmati sendiri. Setelah itu, orang tua perlu menyusun waktu evaluasi belajar anak pada akhir hari.

“Orang tua ABK pasti bisa lebih luwes, karena sudah terbiasa dengan situasi tak terduga. Karena ABK berarti mendapatkan kepercayaan dari Tuhan menghadapi situasi dadakan,” sambungnya.

Sumber : bisnis.com