Joging 10 Menit Bisa Ubah 9.000 Molekul Tubuh

Ilustrasi - Codyapp
12 Juni 2020 23:47 WIB Krizia Putri Kinanti Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Joging 10 menit, menurut sebuah studi baru oleh Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, cukup untuk mengubah 9.815 molekul dalam tubuh.

Ada banyak penelitian yang meneliti efek olahraga terhadap kelompok-kelompok molekul yang lebih kecil, tetapi sampai sekarang tidak ada penelitian yang menjelaskan bagaimana masing-masing molekul dalam tubuh merespon terhadap olahraga.

Dikutip dari Insider, Jumat (12/6/2020), studi baru, yang diterbitkan di Cell, mendokumentasikan semua perubahan kecil pada darah dalam tubuh yang terjadi setelah olahraga.

Para peneliti menyebutkan beberapa molekul berubah dalam fungsi metabolisme atau fungsi pencernaan dan sistem kekebalan tubuh, molekul lain juga berpengaruh pada tingkat peradangan dan resistensi insulin.

"Saya pikir, itu hanya sekitar sembilan menit latihan, berapa banyak yang akan berubah? Banyak, ternyata," kata penulis studi Michael Snyder, ketua departemen genetika di Stanford University.

Penelitian intensif yang berorientasi pada detail ini hanya mungkin dilakukan karena para peneliti ini telah mengkuantifikasi molekul dari 100 pria dan wanita dewasa. Mereka memilih 36 orang dari kelompok tersebut, termasuk penulis studi sendiri.

Semua partisipan berusia antara 40 dan 75 tahun, mulai dari bugar hingga kelebihan berat badan, diambil darahnya sebelum dan setelah mereka berlari di treadmill selama sekitar 10 menit.

Mayoritas dari 17.662 molekul yang mereka ukur (9.815) meningkat atau menurun setelah latihan. Bagi sebagian orang, perubahan molekuler bertahan lebih lama. Penelitian ini kecil, dan tidak melibatkan peserta lebih dari 40, dan hanya menggunakan latihan satu kali, sehingga Snyder dan peneliti lain tidak dapat membuat kesimpulan yang pasti tentang tingkat molekul dan kebugaran saat ini.

Tetapi Snyder sedang merencanakan lebih banyak eksperimen pada tingkat molekul orang, kali ini dengan waktu latihan yang lebih lama dan lebih banyak peserta, sehingga ia dapat menentukan apakah tes darah sederhana bisa menjadi cara yang baik untuk menentukan kebugaran fisik orang.

Saat meneliti, Snyder dan timnya menemukan ribuan molekul yang mungkin berkorelasi dengan tingkat kebugaran orang. Molekul-molekul itu termasuk penanda metabolisme dan kekebalan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, Snyder dan timnya telah menciptakan tes pengembangan untuk gagasan menggunakan tes darah sebagai penanda kebugaran. Bahkan, mereka sudah mengajukan aplikasi paten untuk itu

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia