Ini Vitamin Rekomendasi Dokter Reisa untuk Jaga Imunitas pada Masa New Normal

Vitamin - pro/natuna.ro
15 Juni 2020 00:17 WIB Muhammad Khadafi Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Di masa pandemi Covid-19, setiap orang perlu meningkatkan kesehatan masing-masing untuk bertahan dari serangan virus tersebut. Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan imbauan untuk menjaga keseimbangan gizi di tengah pandemi Covid-19, salah satunya adalah mengonsumsi makanan yang kaya vitamin dan mineral.

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro mengatakan bahwa hal itu dapat diperoleh dari sayuran dan buah-buahan.

“Sayuran dan buah-buahan sumber vitamin mineral dan serat. Mereka banyak mengandung antioksidan, dan vitamin yang rekomendasi adalah vitamin A, B kompleks, vitamin C, D, E, dan juga konsumsi mineral seperti zinc, selenium, magnesium, dan zat besi sangat penting,” katanya dari Gedung BNPB, Jakarta, Minggu (14/6/2020).

Adapun, selain mengonsumsi makanan kaya vitamin dan mineral, Kementerian Kesehatan, kata dokter caktik ini, juga merekomendasikan menjaga asupan karbohidrat dan protein. Terkait karbohidrat, dapat diperoleh dari nasi, umbi-umbian, dan sagu. Sementara itu, kebutuhan protein dapat terpenuhi dengan mengonsumsi tempe, kacang, daging, dan telur.

Selain itu, Reisa juga mengingatkan untuk selalu mengkonsumsi air putih 8 gelas per hari. Saat cuaca panas seperti saat ini, membawa tempat minum ke mana saja menjadi penting untuk mencegah dehidrasi.

“Tentu tips hidup sehat akan lebih baik kalau kombinasi dengan istirahat yang cukup dan teratur, terutama tidur yang cukup di malam hari,” katanya.

Sementara itu per hari ini, Minggu (14/6/2020), jumlah pasien Covid-19 di Indonesia bertambah 857 orang. Dengan demikian secara akumulasi sejak pasien pertama diumumkan, 2 Maret 2020, total positif Covid-19 sebanyak 38.277 orang. Sebanyak 14.531 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 2.134 lainnya meninggal dunia.

Covid-19 telah tersebar di 34 provinsi dan 430 kabupaten/kota. Sebanyak 41.639 orang telah dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) dan 13.574 orang tercatat sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

Sumber : Bisnis.com